Mendagri Minta Semua Pihak Mengawal Suksesnya Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

30 January 2020 03:22
Mendagri Minta Semua Pihak Mengawal Suksesnya Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020
Mendagri M Tito Karnavian menyampaikan pentingnya legitimasi masyarakat dalam mendukung suksesnya Pilkada serentak Tahun 2020 disampaikan saat Rapim TNI-Polri Tahun 2020 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (Puspen Kemendagri)

JAKARTA, TRANS89.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menyampaikan pentingnya legitimasi masyarakat dalam mendukung suksesnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di 270 daerah.

Pemaparan dilakukan dalam rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri Tahun 2020 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/01/2020).

Dalam keterangan persnya melalui Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), Tito menjelaskan beberapa hal masukan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

“Iya, inikan ada Rapim TNI dan Polri, saya diminta hadir Bapak Panglima dan Bapak Kapolri memberikan masukan. Saya sudah sampaikan bahwa Pilkada Tahun 2020 yang pemungutan suaranya dilaksanakan tanggal 23 September 2020 nanti ada 270 daerah,” kata Tito.

Menurut dia, keberhasilan atau kesuksesan Pilkada itu sangat penting dalam proses demokrasi di Indonesia.

“Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah penyelenggara Pemilu harus netral dan mampu merencanakan kegiatan dari setiap tahapan Pilkada dengan baik, mulai dari KPU, Bawaslu dan DKPP,” tutur Tito.

Ia juga menekankan kepada semua pihak untuk senantiasa bersama-sama mengawal dan menjaga legitimasi masyarakat pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

“Pemerintah mendukung, terutama Kemendagri melalui berbagai program dan tahapan, mulai dari meyakinkan anggaran yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) cukup,” ujar Tito .

Selain itu kata Tito, dari para peserta, baik partai politik (Parpol) pengusung maupun pasangan calon (Paslon), dirinya minta untuk berkompetisi secara sehat.

“Gunakan cara-cara yang sehat, siap menang siap juga untuk kalah, karena tidak mungkin semuanya menang, pasti ada yang menang dan ada yang kalah, harus siap mental,” kata Mendagri.

Untuk itu, dirinya juga meminta jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemenangan, karena akan hal tersebut bisa berpotensi pada konflik dampaknya dapat mengurangi kualitas legitimasi mereka yang menang dimata publik.

“Sampai saat ini, kami menilai dari 9 Provinsi yang melaksanakan pemilihan gubernur (Pilgub) masih aman dan harapannya ke depan tetap terjaga keamanan dan kondusifitas di semua daerah yang melaksanakan Pilkada,” pinta Tito.

Mendagri melihat 9 daerah yang Pilgub itu rata-rata daerah selama ini kita anggap petanya aman.

“Nah, yang perlu dijaga juga di daerah Papua, terutama daerah Papua Tengah, karena ada kelompok bersenjata yang ada di situ. Selain itu, di beberapa daerah adanya sistem Noken tidak menggunakan sstem one man one vote keterwakilan, nah ini yang perlu dijaga,” terang Tito.

Tito juga mengingatkan bahwa setiap perhelatan Pilkada sangat diperlukan kerjasama semua komponen.

“Kerjasama ini mulai dari jajaran pemerintah pusat dan daerah, KPU, Bawaslu, DKPP, termasuk teman-teman media, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Ormas untuk mendinginkan suasana,” demikian Tito. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya