Dua Orang Ditetapkan Tersangka Tipikor Polres Tanjung Balai Dugaan Mark Up Pengadaan Mesin Pengolahan Sampah

28 January 2020 15:35
Dua Orang Ditetapkan Tersangka Tipikor Polres Tanjung Balai Dugaan Mark Up Pengadaan Mesin Pengolahan Sampah
Mantan Plt Kadis Kebersihan dan Pasar Kota Tanjung Balai yang juga sebagai PA dan PPK pengadaan mesin pengolahan sampah anorganik, HA (61). (Humas Polres Tanjung Balai)

TANJUNG BALAI, TRANS89.COM – Terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kegiatan pengadaan mesin pengolahan sampah anorganik pada Dinas Kebersihan dan Pasar Kota Tanjung Balai tahun anggaran 2015, Polres Tanjung Balai menetapkan 2 tersangka.

Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira melalui Kasubbag Humas Ipda TB Ahmad Dahlan menjelaskan pengungkapan kasus dugaan korupsi tersebut berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/133/V/2018/SU/RES T. BALAI, tanggal 8 Mei 2018.

Wakil Direktur II CV Noprizal Azari selaku rekanan dari pengadaan mesin pengolahan sampah anorganik, Noprizal Azari. (Humas Polres Tanjung Balai)

“Kedua tersangka masing masing HA (61) pensiunan PNS mantan Pelaksanatugas (Plt) Kadis Kebersihan dan Pasar Kota Tanjung Balai, warga Jalan Sei Raja, Kota Tanjung Balai. Juga ditetapkan sebagai tersangka AB (54) beralamat di Jalan Meranti, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut),” jelas Ipda TB Ahmad Dahlan melalui rilisnya diterima Redaksi, Selasa (28/1/2020).

Menurut dia, modus para tersangka melakukan Tipikor tersebut dengan melakukan mark up dari nilai pekerjaan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

“Akibat dugaan Tipikor kegiatan pengadaan mesin pengolah sampah anorganik pada Dinas Kebersihan dan Pasar Kota Tanjung Balai tersebut, jumlah kerugian keuangan negara yang terjadi senilai Rp1.514.993.578,” tutur Ipda Ahmad.

Ia mengungapkan, dari proses penyidikan yang dilakukan, telah ditetapkan dua orang tersangka dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah jumlahnya.

“Dalam kasus tersebut, kedua tersangka yang telah dilakukan penahanan di ruang tahanan Polres Tanjung Balai terhitung 16 Januari 2020 memiliki peran masing-masing. Tersangka HA berperan sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan pekerjaan proyek tersebut. Sedangkan tersangka AB berperan sebagai Wakil Direktur II CV Noprizal Azari selaku rekanan dari pengadaan pekerjaan proyek tersebut,” ungkap Ipda Ahmad.

Lanjut Ipda Ahmad, sedangkan mesin pengolahan sampah berikut dengan kelengkapannya tidak dijadikan barang bukti BB.

“Mesian dan peralatannya tidak dijadikan BB dalam kasus tersebut, sehubungan mesin pengolahan sampah dimaksud telah menjadi barang inventaris milik negara c/q Pemkot Tanjung Balai,” tambah Ipda Ahmad. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya