Komite Kamisan Malang Raya Dukung Pelajar ZA Untuk Dapatkan Amnesty

25 January 2020 03:08
Komite Kamisan Malang Raya Dukung Pelajar ZA Untuk Dapatkan Amnesty
Aksi Komite Kamisan Malang Raya dalam rangka aksi dukung pelajar Zainul Afandi (ZA) untuk mendapatkan Amnesty, berlangsung depan Balaikota Malang, Jalan Tugu, Kota Malang, Jatim. (Awin D/Trans89.com)
.

MALANG, TRANS89.COM – Aksi Komite Kamisan Malang Raya diikuti 18 orang peserta aksi dipimpin Gilang, dalam rangka aksi dukung pelajar Zainul Afandi (ZA) untuk mendapatkan Amnesty, berlangsung depan Balaikota Malang, Jalan Tugu, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (23/1/2020).

Mass Komite Kamisan Malang Raya membawa poster bertuliskan, genggam tangan penyintas, ada yang tegak tapi bukan keadilan, jangan lawan begal nanti dipenjara. Kami marah, stop merampas tanah rakyat. Kami bersama #Taman Sari melawan #Tegal Rejo melawan #dan kawan perjuangan lainnya #kami bersama Lutfi, bebaskan Lutfi, semua punya hak yang sama. Tambang harus tumbang.

Orasi Gilang mengatakan, kita berdiri disini dalam memberikan dukungan terhadap adik kita ZA yang sedang kurang beruntung nasibnya.

“ZA dijadikan tersangka dan terpidana karena membela diri dari serangan begal,” kata Gilang.

Gilang mengajak untuk mari kita kawal kasus saudara ZA sampai tuntas dan jangan sampai terjadi lagi ke depannya.

“Kami mengajak semuanya untuk ikut serta memberikan bantuan moral kepada ZA dalam putusan sidang terakhir di Pengadilan Negeri (PN) Malang Kepanjen,” ajak Gilang.

Menurut Gilang, kita semua dikejutkan dengan berita tentang siswa SMA yang menaklukkan begal sampai mati, tetapi dia malah dituntut pidana oleh PN Malang Kepanjen.

“ZA sedang kurang beruntung saat mengendarai sepeda motor bersama teman perempuannya, dengan tiba-tiba begal dengan ganasnya mencoba meraih sepeda motor untuk mengganggu pacar ZA. Tanpa berpikir panjang ZA yang bermaksud melindungi pacarnya dan menyerang begal tersebut sampai mati,” tutur Gilang.

Gilang menyebutkan dimana keadilan hukum di Indonesia.

“Apakah kita harus menunggu untuk menjadi korban agar begal dihukum atau kita tidak boleh membela diri,” sebut Gilang. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya