Aliansi Wijo To Luwu Desak Pemerintah Mekarkan Luwu Tengah

25 January 2020 03:16
Aliansi Wijo To Luwu Desak Pemerintah Mekarkan Luwu Tengah
Aksi Aliansi Wija To Luwu terkait DOB Luwu Tengah berlangsung di Jembatan Makawa Jalan Poros Trans Sulawesi, Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulsel. (Slamet Untung Imam Santoso/Trans89.com)

LUWU, TRANS89.COM – Unjuk rasa dalam rangka momentum peringatan hari perlawanan rakyat Luwu diikuti sekitar 40 orang mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu dipimpin Suharno.

Aksi Aliansi Wija To Luwu tersebut terkait dengan daerah otonomi baru (DOB) Luwu Tengah (Luteng) berlangsung di Jembatan Makawa Jalan Poros Trans Sulawesi, Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (23/1/2020).

Massa aksi membwa spanduk bertuliskan, Aliansi Wija To Luwu, Luwu Tengah kebutuhan, mendesak Presiden RI membentuk Luteng, komitmen Gubernur Sulsel mempercepat DOB Luteng dan komitmen Presiden RI tidak diskriminasi DOB Luteng, 23 Januari sebagai spirit perjuangan pembentukan DOB.

Massa aksi membakar ban bekas di atas jembatan Makawa sambil berorasi disampaikan Suharno mendesak Presiden RI segera membentuk DOB Luwu Tengah dan meminta komitmen Gubernur Sulsel untuk segera mempercepat DOB Luwu Tengah.

“Kami meminta Presiden RI untuk tidak diskriminasi mengenai pembentukan DOB Luwu Tengah,” tegas Suharno.

Dirinya juga mendesak pemerintah untuk mempercepat pembentukan DOB Luwu Tengah diman perjuangan DOB Luwu Tengah merupakan perjuangan yang cukup panjang.

“Pemerintah tidak boleh diskriminasi terhadap pembentukan DOB Luwu Tengah. Perjuangan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah merupakan perjuangan kita bersama, khususnya masyarakat Walenrang dan Lamasi,” ujar Suharno.

Massa aksi menutup jalan sekitar 15 menit, sehingga membuat macet Jalan Poros Trans Sulawesi dengan antrian kendaraan sekitar 2 kilometer (km), setelah itu membuka kembali.

Tidak lama kemudian, massa aksi kembali menutup jalan sekitar 18 menit untuk kedua kalinya sambil menahan sebuah mobil truk 10 roda dengan nomor polisi (Nopol) DW 8163 AJ sebagai panggung orasi dan membuat antrian kendaraan sepanjang 3 km, kemudian membuka jalan dan membubarkan diri. (Santoso/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya