Kelompok Paguyuban Pasar Banyuwangi Tolak Penertiban PKL di Pasar Banyuwangi

24 January 2020 17:16
Kelompok Paguyuban Pasar Banyuwangi Tolak Penertiban PKL di Pasar Banyuwangi
Aksi penolakan Paguyuban PKL Pasar Banyuwangi, berlangsung di Pasar Banyuwangi, Jalan Sutsuit Tubun, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. (Fahmi S/Trans89.com)

BANYUWANGI, TRANS89.COM – Aksi penolakan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Banyuwangi yang berada diluar bahu jalan pada saat dilaksanakan kegiatan dihimbau Satpol PP kepada PKL.

Aksi penolakan diikuti sekitar 30 orang dipimpin Ketua Paguyuban PKL Pasar Banyuwangi Matasan di Pasar Banyuwangi, Jalan Sutsuit Tubun, Kepatihan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Kamis (23/1/2020).

Mass aksi membentangkan spanduk bertuliskan, Bupat AAA, kalau kader PDI Perjuangan sejati tak akan menggusur wong cilik. Bupati AAA sesungguhnya Banyuwangi untuk siapa, investor atau wong cilik. Bupati AAA, investor besar di undang, pedagang cilik ditendang. Bupati AAA, isun iki golek peces gawe mangan byaen wes di gusur bongsone dewek. Bupati AAA jika memang kader PDIP Perjuangan sejati tak akan pernah menggusur kami. Bupati AAA, kami berjualan hanya mencari sesuap nasi bukan untuk membangun istana.

Orasi Matasan mengatakan, tolong disampaikan apabila ada petugas Satpol PP yang menurunkan banner yang barusan terpasang.

“Kami melakukan ini sebagai bentuk perjuangan kami, karena tujuan kami hanya mencari rejeki dengan berjualan di pasar,” kata Matasan.

Menurut dia, sebelumnya dalam penertiban ini tidak ada koordinasi dengan pihak PKL, tiba-tiba ada surat pemberitahuan dari Satpol PP.

“Kami siap dipertemukan dengan Bupati Banyuwangi untuk dilakukan dialog dan koordinasi,” tutur Matasan.

Matasan berharap pada seluruh anggota Paguyuban PKL agar ikut menjaga banner-banner yang sudah terpasang.

“Diharapkan pula, agar LSM dan wartawan kita bersatu untuk membela rakyat kecil,” imbuhnya. (Fahmi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya