Aksi Kamisan Kaltim Soroti Masalah Banjir Samarinda, Ocha: Kami Butuh solusi Bukan Candaan Gubernur Maupun Walikota

24 January 2020 23:39
Aksi Kamisan Kaltim Soroti Masalah Banjir Samarinda, Ocha: Kami Butuh solusi Bukan Candaan Gubernur Maupun Walikota
Aksi Kamisan Kaltim dengan tema, 'hari jadi Kota Samarinda, mati akal mengurus banjir', di dermaga tepian sungai Mahakam depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda. (Mas Ole/Trans89.com)

SAMARINDA, TRANS89.COM – Aksi Kamisan Kaltim dengan tema, ‘hari jadi Kota Samarinda, mati akal mengurus banjir’, diikuti sekitar 30 orang peserta aksi dipimpin Kahar Al Bahri alias Ocha di dermaga tepian sungai Mahakam depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Kamis (23/1/2019).

Aksi Kamisan Kaltim menggunakan 6 buah payung hitam bertuliskan hapus tuntas impunitas, jangan diam, lawan. Spanduk bertuliskan, reformasi dikorupsi, aksi Kamisan Kaltim.

Orasi Kahar Al Bahri alias Ocha menyebutkan, soal masalah banjir di Samarinda ini mulai dari kuda makan tembaga sudah ada, jadi memang sudah dari dulu, kata Isran sang Gubernur, ikam hanyarkah di Samarinda, kata Jaang sang Walikota.

“Mereka seperti bercanda pada nasib 18.000 jiwa yang terkena dampak tiap kali banjir datang. Banjir ini tak terselesaikan, mereka seperti mati akal sampai mengambil perumpamaan yang tak semestinya membuat dagelan yang jauh dari lucu dan melecehkan para korban,” sebut Ocha.

Menurut dia, berbicara masalah banjir di Samarinda, pemerintah seperti tidak mencintai masyarakatnya.

“Seharusnya pemerintah dengan masyarakat seperti orang jatuh cinta. Pemerintah harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, begitupun masyarakat sebaliknya. Jika ada permasalahan masyarakat, pemerintah harus mencari solusi dari masalah tersebut,” tutur Ocha.

Ia mengatakan, tapi apa yang kita lihat saat ini, Samarinda yang merupakan Ibukota Provinsi sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa disaat hujan datang dan banjir melanda.

“Kami butuh solusi bukan candaan-candaan yang keluar dari suara Gubernur maupun Walikota,” kata Ocha.

Dirinya menyampaikan, pengerukan normalisasi sungai Karang Mumus belum membuahkan hasil yang maksimal, dan perlu adanya solusi lain untuk mengatasi banjir yang selalu hadir.

“Bagai tamu yang tak perlu diundang saat hujan, banjir pasti datang, setelah hujan mereda,” papar Ocha. (Ole/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya