KMPPK Unjuk Rasa Desak KPK Periksa Dirut Jasa Marga Terkait Dugaan Proyek Fiktif Rp188 Miliar

23 January 2020 18:27
KMPPK Unjuk Rasa Desak KPK Periksa Dirut Jasa Marga Terkait Dugaan Proyek Fiktif Rp188 Miliar
Aksi Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Penegak Keadilan (KMPPK) depan Kantor Pusat Jasa Marga, Jalan Dukuh V, Blok Haji Sairi, Kramat Jati, Jakarta Timur. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Penegak Keadilan (KMPPK) diikuti sekitar 25 orang peserta aksi dipimpin Gufron Mahasiswa Universitas Islam Athariyah Jakarta di depan Kantor Pusat Jasa Marga, Jalan Dukuh V, Blok Haji Sairi, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, meminta KPK menangkap Dirut PT Jasa Marga disinyalir terlibat 14 proyek fiktif yang rugikan negara 188 miliar. KPK segera menetapkan Desi Aeryani menjadi tersangka mafia proyek fiktif yang rugikan negara Rp188 miliar. Mendesak Erik Thohir (Menteri BUMN) memecat Desi Arryani dari Dirut PT Jasa Marga.

Orasi Fery Sihombing mengatakan, kedatangan kami ke PT Jasa Marga ini adalah yang ke 4 kali dan kami tidak akan pernah berhenti sampai Desi Aryani selaku Dirut PT Jasa Marga ditahan dan diperiksa oleh KPK.

“Panggilan KPK sebagai lembaga negara pemberantas korupsi harusnya di taati oleh Desi Aryani sebagai bentuk ketaatan warga Indonesia yang baik, namun apa yang diperlihatkan oleh Desi dengan mangkir berulang kali dari panggilan KPK sebagai penegak hukum adalah bukti dari pengangkangan Undang-Undang (UU),” kata Fery.

Menurut dia, Desi Aryani seharusnya patuh dan taat kepada hukum dengan mengindahkan panggilan KPK sebagai lembaga tindak pidana dan bersedia di periksa oleh penyidik KPK, agar Desi Aryani bisa menjelaskan kasusnya dihadapan penyidik.

“KPK bisa menentukan bersalah atau tidak bersalahnya Desi yang telah diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tpikor) senilai Rp188 miliar. Substansi permasalahan ini harus di selesaikan dengan transparan, agar masyarakat sekitar yang melihat aksi unjuk rasa ke 4 kali ini bisa menyimak permasalahan yang terjadi di PT Jasa Marga,” tutur Fery.

Kemudian orasi Gufron menyampaikan, dengan seringnya mangkir dari panggilan KPK, Desi Aryani sebagai pejabat di PT Jasa Marga telah mengingkari keadilan di Republik ini.

“Tindak sebuah kejahatan yang luar biasa melakukan perampokan uang negara sebesar Rp188 miliar adalah sebuah kejahatan tingkat tinggi,” papar Gufron.

Ia menjelaskan, bila uang senilai Rp188 miliar direstribusikan kepada kepentingan rakyat, jelas dengan nilai uang itu bisa meringkankan beban negara yang dapat dirasakan maanfaatnya bagi kesejahteraan rakyat.

“14 proyek diduga fiktif melibatkan Desi Aryani adalah sebuah konspirasi kejahatan yang melibatkan tokoh dibelakang Desi. Ini jelas terlihat dengan mangkirnya Desi dari panggilan KPK. Ada orang kuat dibelakangnya. Kami menuntut KPK untuk segera memeriksa Desi,” jelas Gufron.

Selanjutnya orasi Baharuddin menuturkan, mangkirnya Desi dari panggilan KPK menunjukkan bahwa Desi tidak memeiliki itikad baik sebagai warga negara.

“Mangkir dari panggilan KPK membuktikan Desi seorang pembangkang dan jelas sudah membuktikan bahwa Desi tidak layak menduduki jabatan Dirut PT Jasa Marga,” tutur Baharuddin.

Baharuddin menyebutkan, kejahatan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan negara adalah kejahatan korupsi

“Sebagai lembaga independen, KPK seharusnya bisa memberantas kejahatan korupsi yang sangat merugikan negara dan rakyat Indonesia,” sebut Baharuddin.

Peserta aksi membakar sebuah ban mobil bekas depan gerbang kantor PT Jasa Marga, dan petugas keamanan PT Jasa Marga memadamkan api ban bekas yang dibakar.

Kemuian terjadi aksi dorong mendorong antara petugas kepolisian dalam hal ini Iptu Joko Subroto mendorong orator Fery Sihombing yang menggoyang pagar gerbang PT Jasa Marga dan sempat situasi memanas dan massa aksi kembali mebkara ban bekas. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya