Bendungan Kayuangin di Majene Jebol, Muslim: Minta Pihak Kejati Sulbar Lakukan Penyelidikan

22 January 2020 15:26
Bendungan Kayuangin di Majene Jebol, Muslim: Minta Pihak Kejati Sulbar Lakukan Penyelidikan
Bendungan Kayuangin jebol yang terletak di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.COM – Bendungan Kayuangin terletak di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), jebol terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari tadi, Selasa (21/1/2020).

Akibatnya, warga yang bermukim di sekitar muara sungai Deking dan Banua was-was dari tumpahan air bah yang bisa mengancam keselamatan penduduk setempat.

Diketahui, pembangunan mega proyek bendungan Kayuangin melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Balai Wilayah Sulawesi (BWS) III dibangun tiga tahap yang menelan anggaran sekitar Rp40 miliar menggunakan APBN.

Tahap I tahun 2013 untuk pembangunan bendungan, tahap II tahun 2014 untuk pembangunan selimut bendungan beton mercu dan tahap III tahun 2015 untuk pembangunan jaringan irigasi, dengan sistem multiyears contract. Luar Daerah Aliran Sungai (DAS) 361,72 kilometer persegi dan panjang sungai utama 42,62 kilometer.

Bendungan Kayuangin merupakan tipe bendung OGEE yang memiliki lebar bendung 83 untuk mengairi sekitar 1.221 hektar (ha) areal persawahan di wilayah Malunda dan sekitarnya.

Terkait masalah jebolnya bendungan Kayuangin, Satuan Kerja (Satker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS III Sulselbar, Saleh mengatakan, penyebab jebolnya bendungan Kayuangin memang sudah mengalami retak pasca gempa tahun lalu. Jadi itu yang menjadi pemicu terjadinya patahan.

“Selain itu, juga faktor hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai tersebut menjadi penyebab kedua, karena pengaruh hujan ekstrim sehingga tiba-tiba banjir, dan kami sementara melakukan koordinasi dengan pihak Pemda Majene,” kata Saleh melalui pesan Whatsapp.

Sementara jebolnya bendungan Kayuangin,Ketua LSM Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar Muslim Fatillah Aziz menyebutkan, kondisi cuaca sebelum jebolnya bendungan Kayuangin tak berpotensi banjir.

“Saya menduga kuat kekuatan bendungan yang bermasalah akibat kontruksi bangunan yang kurang tahan,” sebut Muslim.

Kami dari LAK Sulbar meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar agar melakukan penyelidikan terkait mega proyek bendungan Kayuangin.

“Kami minta pihak Kejati Sulbar lakukan penyelidikan bendungan Kayuangin dan membawa para penanggungjawab kegiatan mega proyek tersebut ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Muslim. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya