Komkar Mamuju Kecam Dugaan Penganiayaan Oknum Brimob di Polman, Kapolda Minta Maaf

22 January 2020 09:49
Komkar Mamuju Kecam Dugaan Penganiayaan Oknum Brimob di Polman, Kapolda Minta Maaf
Ketua komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (Komkar) Mamuju, Muh Irfan. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.C0M – Sikap arogan oknum Brimob kembali terjadi, kali ini kejadiannya di tempat wisata Salupajang Desa Batetangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (20/1/2020) kemarin.

Kronologis kejadian tersebut awal mulanya masalah pembayaran karcis tanda masuk di wisata.

Kejadian tersebut menuai kecaman dari Ketua Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat (Komkar) Mamuju, Muh Irfan sangat menyesalkan kejadian ini, dimana aparat Kepolisian Brimob diberikan mandat untuk bertanggungjawab menyelenggarakan pengamanan.

“Brimob itukan untuk menjamin rasa aman dan ketertiban serta mengayomi masyarakat, bukan malah melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat,” kata Irfan di Mamuju, Selasa (21/1/2020).

Menurut Irfan, kami dari Komkar mengecam tindakan oknum Kepolisian Brimob tersebut, yang dilakukan terhadap masyarakat penjaga wisata karena ini sudah di luar batas kewajaran.

“Kami dari Komkar meminta kepada Polda Sulbar untuk segera mengevaluasi anggotanya, agar ke depan tidak terjadi tindakan diskriminalisasi terhadap masyarakat seperti yang terjadi di Salupajang,” tutur Irfan.

Usai kejadian di Salupajang Kabupaten Polman, banyak warga dan netizen di media sosial (medsos) mengecam oknum Brimob tersebut.

Menanggapi hal itu, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar angkat bicara terkait kejadian pada, senin 20 Januari 2020 antara Brimob Polda Sulbar dan warga, yang diduga terlibat tindak penganiayaan secara bersama-sama tepatnya di Permandian Salupajang, Desa Batetangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, dari sejak kemarin berbagai langkah telah dilakukan dengan memerintahkan langsung Dansat Brimob Polda Sulbar, Kabid Propam Polda Sulbar dan Kapolres Polman.

“Dansat Brimob Polda Sulbar saat ini masih berada di Kabupaten Polman dan telah saya perintahkan. Dan hari ini, Selasa 21 Januari 2020, seluruh anggota yang diduga terlibat langsung saya tarik ke Polda untuk di proses di Propam Polda,” kata Kapolda.

Kapolda menyebutkan, saat ini pihaknya sedang menelusuri apa yang menjadi pemicu, sehingga kejadian tindak penganiayaan antara oknum anggota Brimob dan warga bisa terjadi.

“Saat ini kita masih menelusurinya, kalau nantinya pemicu masalah ini berawal dari anggota kami, maka kita akan proses sesuai dengan ketentuan yang ada dan sanksi akan kita berikan sesuai dengan kesalahan yang diperbuat,” sebut Brigjen Pol Baharuddin.

Ia menjelaskan, sekarang yang terpenting saat ini masyarakat yang ada di Kabupaten Polman sudah merasa tenang dan tentram.

“Kemudian penanganan pidana umum di Polres di jalankan, sedangkan untuk internal kami (oknum), saya harus proses di Propam Polda Sulbar bagi anggota kami,” jelas Kapolda.

Kapolda Sulbar juga memohon maaf bagi masyarakat Sulbar apabila ada anggota jajaran Polda Sulbar yang melaksanakan tugas tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya melindungi masyarakat, tetapi justru terkadang ada sikap yang kurang berkenan di hati masyarakat.

“Selaku Kapolda, pimpinan tertinggi di Sulawesi Barat, saya memohon maaf bilamana ada anggota saya yang seharusnya melindungi masyarakat, tetapi justru terkadang ada sikap yang kurang berkenang di hati masyarakat. Sekali lagi saya mohon maaf atas kejadian itu,” demikian Brigjen Pol Baharuddin Djafar. (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya