Proyek Jalan Salutambung-Urekang Rp9.5 Miliar, Muslim: Kajati Sulbar Segera Menetapkan Tersangka

19 January 2020 15:18
Proyek Jalan Salutambung-Urekang Rp9.5 Miliar, Muslim: Kajati Sulbar Segera Menetapkan Tersangka
Proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang di Kabupaten Majene, Sulbar. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)

MAJENE, TRANS89.COM – Tahun 2019 lalu, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mendalami dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang, dan saat ini Kejati Sulbar sudah terbentuk atau berdiri sendiri dan tidak lagi tergabung dalam Kejati Sulsel.

Ketidak jelasan penanganan kasus dugaan korupsi pada proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang di Kabupaten Majene setelah Kejati Sulbar berpisah dari Kejati Sulselbar.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 1 Tahun 2015 Tanggal 25 Januari 2019, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat resmi terbentuk yang berkedudukan di Mamuju sebagai Ibu Kota Provinsi Sulbar.

Proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang di Kabupaten Majene di menangkan PT Samarinda Perkasa Abadi dengan nilai pagu Rp9.500.000.000,00 dan harga perkiraan sementara (HPS) Rp9.499.760.000,00 dengan menggunakan APBD tahun anggaran 2018 yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulbar.

Berdasarkan adanya Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Nomor PRINT. 614/R.4/Fd.1/12/2018, tanggal 13 Desember 2018, pihak penyidik Kejati Sulsel telah menemukan adanya dugaan penyimpangan pemberian jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka oleh Jamkrindo Cabang Mamuju.

Berdasarkan pernyataan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel yang menyatakan bahwa kasus proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Itu berawal dari ditemukannya dari penyidik Kejati Sulsel atas proyek Salutambung-Urekang dengan dugaan potensi kerugian negara sebesar Rp1.363.228.340.

Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar, Muslim Fatillah Aziz. (Adhy Putra Siregar/Trans89.com)

Hal tersebut membuat Ketua Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulbar Muslim Fatillah Aziz angkat bicara dan mengatakan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar agar segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Salutambung-Urekang di Kabupaten Majene.

“Proyek jalan ruas Salutambung-Urekang ini diduga keras telah merugikan negara hingga milliaran rupiah, sehingga diharapkan Kajati Sulbar agar segera menetapkan tersangka. Jangan sampai kasus ini masuk angin alias ada lobby-lobby cantik terhadap oknum di Kejati Sulbar, sehingga para calon tersangka lolos dari jeratan hukum,” kata Muslim di Mamuju, Minggu (19/1/2020). (Adhy/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya