Komisi II DPRD Mamasa Akui Proyek Jalan di Nosu-Tabang-Pana Tidak Beres, Jufri: Pekerjaan Sangat Mengecewakan

15 January 2020 21:25
Komisi II DPRD Mamasa Akui Proyek Jalan di Nosu-Tabang-Pana Tidak Beres, Jufri: Pekerjaan Sangat Mengecewakan
Ketua Komisi II DPRD Mamasa, Jufri Sambomadika. (Andi Waris Tala/Darius Sarrin/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.C0M – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mamasa dari Fraksi Golkar, Jufri Sambomadika gerah melihat kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Mamasa khususnya di wilayah dua Kecamatan Nosu, Tabang dan Pana’.

“Pekerjaan Jalan di tiga kecamatan itu diduga dikerja asal-asalan. Pekerjaan akses jalan yang selama ini dinyatakan selesai justru merepotkan pengguna jalan dimusim penghujan tiba,” kata Jufri di Mamasa, Rabu (15/1/2020).

Pekerjaan yang menyita perhatian politisi muda asal Kecamatan Nosu ini, seperti proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) dianggap Jufri mubazir. Dan berharap pekerjaan jalan di daerah tersebut dikerja dengan serius, sehingga hasil dari pekerjaan jalan dapat dinikmati oleh masyarakat dalam kurun waktu yang agak lama.

“Pekerjaan perintisan dan peningkatan jalan penghubung ibukota kabupaten dan jalan-jalan penghubung Kecamatan Pana’ dengan lainnya sungguh sangat mengecewakan,” ujar Jufri.

Ia menyebutkan, dirinya selaku wakil rakyat wilayah dua meliputi Kecamatan Sumarorong, Messawa, Nosu Tabang dan Pana’, mengharapkan keseriusan dari rekanan (kontraktor) dan pemberi pekerjaan (Dinas PUPR) dalam setiap melaksanakan pekerjaannya.

“DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kesadaran seluruh pihak yang berkompoten dalam kegiatan ini ptroyek. Hal ini sejak dari awal selalu menjadi sorotan dan kritikan wakil Rakyat, namun kritikan tersebut tidak diseriusi oleh pihak terkait,” sebut Jufri.

Dirinya mengungkapkan, proyek DAK yang masuk di daerah Nosu, Pana’ dan Tabang jumlahnya mencapai puluhan milyar rupiah, tetapi azas manfaat dana sebesar itu belum sepenuhnya dinikmati masyarakat luas.

“Saya selaku Ketua Komisi II DPRD Mamasa yang membidangi infrastruktur, kesehatan dan permukiman sangat kecewa melihat kondisi di daerah kelahiran saya,” ungkap Jufri.

Apa yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Mamasa, Jufri Sambomadika di aminkan Ketua Bidang Investigasi LSM Pijar Keadilan DPW Sulawesi Barat (Sulbar), Markus.

Markus yang juga putra kelahiran Pana’ menyampaikan hal yang sama dan menjelaskan, pekerjaan diaerah Tanda Langngan (Nosu, Pana’ dan Tabang) boleh dikata amburadul.

“Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan yang tegas dari instansi terkait. Seperti proyek pembersihan jalan Tabang-Pana’, dengan anggaran senilai Rp900 juta lebih, pekerjaan tersebut hasilnya sangat mengecewakan,” papar Markus.

Kata Markus, pasalanya, sebelum proyek tersebut dikerjakan, kondisi jalan dari Kecamatan Tabang ke Pana’ masih lumayan dapat di lalui kendaraan dengan lancar, setelah proyek pembersihan jalan tahun 2019 ini masuk, kondisi jalan bukan semakin bagus, namun kondisi jalan semakin parah.

“Untuk Itu, LSM Pijar Keadilan dalam waktu dekat akan mengevaluasi dan menginvestigasi seluruh pekerjaan proyek di daerah terpencil di Kabupaten Mamasa. Jika hasil investigasi ditemukan pekerjaan yang tidak memenuhi standar, maka kontraktor harus bertanggungjawab. Hal ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Markus. (AWT/Tadius/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya