Forum Juang Taman Sari Bandung Unjuk Rasa di Komnas HAM Terkait Penggusuran

15 January 2020 00:33
Forum Juang Taman Sari Bandung Unjuk Rasa di Komnas HAM Terkait Penggusuran
Aksi warga kampung Taman Sari Bandung tergabung dalam Forum Juang Taman Sari (FJTS) di kantor Komnas HAM RI, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa warga kampung Taman Sari Bandung tergabung dalam Forum Juang Taman Sari (FJTS) diikuti 30 orang peserta aksi dipimpin Aco alias Enjo di kantor Komnas HAM RI, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, tanah Taman Sari adalah tanah rakyat, bukan milik Pemkot. FKPB Pekayon – JKST masih melawan. Taman Sari masih melawan.

Element yang tergabungwarga Kampung Taman Sari, Aliansi Rakyat Anti Penggusuran, Konfederasi Serikat Nasional (KSN).

Orasi Aco alias Enjo menyampaikan kepada Komnas HAM hal pengosongan tempat tinggal warga Tamansari yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang dibantu aparat TNI/Polri diduga ada pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM).

“Banyak harta benda rusak, KTP, KK, dan surat-surat penting lainnya hilang. Dan meminta Komnas HAM mengambil langkah-langkah konkrit atas peristiwa pelanggar,” papar Aco.

Sementara isi pres release FJTS dibacakan Aco, mendesak Kementrian ATR/BPN memblokir pengajuan sertifikat Pemkot Bandung, dan mendesak pejabat Kementerian ATR/BPN meninjau langsung dan menyatakan tanah Tamansari adalah tanah negara bebas serta melarang Pemkot Bandung melakukan aktivitas pembangunan proyek rumah deret di Tamansari.

“Prioritaskan warga untuk membuat sertifikat, Hentikan pembagunan rumah deret yang dilakukan Pemkot Bandung,” ujar Aco.

Ia mendesak KPAI menindak tegas aparat yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak, mendesak Ombudsman menindak tegas Pemkot Bandung karena telah melakukan pelanggaran sebab menghancurkan rumah warga melalui oknum aparat Satpol PP, Polri dan TNI.

“Mendesak Komnas HAM melakukan Investigasi dugaan pelanggaran HAM terkait proyek rumah deret,” tegas Aco.

Sebanyak 11 orang di ruang Asmara Nababan diterima Komisioner Komnas HAM yakni Chaerul Anam, staf penindakan Nurzaman, staf Penegakan Darmadi, Staf Mediasi Eri Refika dan Staf Mediasi Haerunisa.

Sementara perwakilan FJTS, LBH Bandung Riefky dan Heri Pramono, warga Tamansari Bandung Eva Eryani, Sambas, Enjo, Silvia Andriani, Wimala, Detty, Ade S, Ilo, Satria Risky.

Penyampaian Komisioner Komnas HAM, Chairul Anam ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan sekalian yang telah mengerti dan bisa mengerti.

Komnas HAM bekerja berdasarkan Undang-Undang (UU) dalam setiap kasus dan perlunya mediasi serta pemantauan. Kami mengerjakan apa yang terjadi di Tamansari Bandung, kami juga menginvestigasi semuanya termasuk tuntutan yang di bicarakan,” ucap Chairul.

Ia menjelaskan, soal Tamansari adanya pelanggaran HAM, tapi solusinya harus dibicarakan dan tuntutan dari bapak/ibu sekalian sudah disampaikan perihal permasalahan ganti ruginya.

“Akan segera mendatangi lokasi RW 11 wilayah penggusuran Tamansari Bandung untuk lakukan investigasi,” jelas Chairul. (Irvan/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya