Pupuk Langka, Warga Blokir Jalan dan Penghadangan Pengangkut Pupuk di Bima

12 January 2020 15:39
Pupuk Langka, Warga Blokir Jalan dan Penghadangan Pengangkut Pupuk di Bima
Pemblokiran jalan dan aksi penghadangan pupuk bersubsidi 2 pekan terakhir di wilayah Kabupaten Bima, NTB. (Fajar Prasetyo/Trans89.com)
.

BIMA, TRANS89.COM – Pemblokiran jalan dan aksi penghadangan pupuk bersubsidi 2 pekan terakhir di wilayah Kabupaten Bima karena massa protes masalah krisis pupuk dan masalah harga yang terlampau mahal dari hasil penelusuran sehingga didapatkan informasi bagaimana sebenarnya kondisi pupuk di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (11/1/2020).

Dari hasil pantauan dilapangan informasi dari instansi terkait dan pihak perusahaan produsen pupuk di wilayah Kabupaten Bima terdapat tujuh Ditributor pupuk.

Ke tujuh Distributor itu, CV Rahmawati menguasai wilayah distribusi di 8 kecamatan di Kabupaten Bima, meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Madapangga, Woha, Lambu, Sape, Donggo, Soromandi.

Distributor CV Bintang Mas dengan wilayah distribusi 2 kecamatan yakni Kecamatan Sanggar dan Tambora. Distributor CV Rezeki dengan wilayah distribusi 2 kecamatan, yakni Kecamatan Ambalawi dan Wawo.

Kemudian ditributor CV Lewa Mori dengan wilayah distribusi 2 kecamatan, yakni Kecamatan Monta dan Palibelo. Distributor CV Langgam Tiga hanya memiliki kuota untuk melayani kebutuhan petani di Kecamatan Langgudu.

Selanjutnya Distributor CV Berkah Utama hanya melayani Kecamatan Lambitu. Ditributor CV Wiratama hanya melayani Kecamatan Parado.

Berdasarkan data yang diperoleh, rencana distribusi pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Bima dari Januari hingga Desember 2019 lalu sebesar 30.959,00 ton dan realisasi 23.774,25 ton.

Jadi sisa distribusi pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Bima dari Januari hingga Desember 2019 yang belum di distribusikan sebanyak 7.185 ton, sehingga memicu masalah krisis pupuk dan masalah harga yang terlampau mahal.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Indra Jaya dibeberapa media massa menyebutkan pupuk subsidi dan nonsubidi dalam kondisi tersedia di Kabupaten Bima.

“Bahkan stok yang tersedia 1.148 ton siap salurkan,” kata Indra di media.

Sementa fakta lapangan, terjadi aksi pemblokiran jalan oleh petani protes akibat terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bima. (Fajar/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya