Perisai dan SEMMI Desak Pemprov DKI Usut tuntas Robohnya Reklame Ilegal

11 January 2020 14:21
Perisai dan SEMMI Desak Pemprov DKI Usut tuntas Robohnya Reklame Ilegal
Aksi Perisai DKI Jakarta dan SEMMI depan Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. (Bagus Prasetyo/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa Perisai DKI Jakarta dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) diikuti 10 orang peserta aksi pimpinan Sena depan Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, Gubernur DKI Jakarta untuk segera mencopot kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, karena tidak profesional hal pengawasan dan penindakan reklamasi yang telah melanggar peraturan daerah (Perda) DKI Nomor 9 tahun 2014 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 148 tahun 2017. Kepala Dinas Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) DKI Jakarta dalam perizinan dan pengawasan reklame yang telah melanggar Perda DKI Nomor 9 tahun 2014 dan Pergub Nomor 148 tahun 2017.

Orasi Sena mengatakan, reklame yang tidak jelas perizinannya atau bodong telah roboh di Jalan Warung Buncit Jakarta Selatan pada 1 Desember mengakibatkan pengendara motor tertimpa reklame dan mengganggu aktivitas warga.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengagarkan Rp11 miliar untuk penertiban reklame ilegal, tidak ada satupun regulasi yang bekerja dengan becus untuk penindakan dan penerbitan reklame. Reklame yang terpasang tidak membayar pajak, sedangkan dengan kalkulasi terhitung adanya kehilangan uang negara dalam perpanjangan reklame,” kata Sena. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya