Pemkab Jayapura Gelar Rapat Rencana Aksi Cuaca Ekstrim dan Evaluasi Relokasi Korban Bencana

11 January 2020 22:42
Pemkab Jayapura Gelar Rapat Rencana Aksi Cuaca Ekstrim dan Evaluasi Relokasi Korban Bencana
Pemkab Jayapura menggelar rapat rencana aksi cuaca ekstrim dan evaluasi relokasi korban bencana dipimpin langsung Bupati Mathius Awaitauw di Aula lantai 2 kantor Bupati, Jalan Sentani-Depapre Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. (Panji S/Trans89.com)
.

JAYAPURA, TRANS89.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar rapat rencana aksi cuaca ekstrim dan evaluasi relokasi korban bencana dipimpin langsung Bupati Mathius Awaitauw dihadiri sekitar 50 orang peserta, di Aula lantai 2 kantor Bupati, Jalan Sentani-Depapre Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (10/1/2020).

Paparan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Sumartono mengatakan, pada awal tahun 2020 curah hujan cukup tinggi, puncaknya pada bulan Maret 2020, dan ini perlu menjadi catatan khusus bahwa pada tahun 2019 telah terjadi bencana besar di Sentani.

“Perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan bencana yang kemungkinan terjadi kedepan. Dengan cara menyebarluaskan info perkembangan cuaca lewat radio, BPBD koordinasi dengan pemerintah,” kata Sumartono.

Menurutnya, langkah-langkah yang perlu dilakukan sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan meningkatkan edukasi budaya sadar bencana kepada masyarakat, tidak melakukan pemotongan lereng gunung , menghindari aktivitas di lereng yang curam, tidak membuang sampah di sungai dan idak membuang sampah di sungai serta melakukan pembersihan drainase.

“Selain membuat biopori dan sumur resapan untuk wilayah yang topografinya datar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan pengecekan semua sumber daya manusia (SDM) dan peralatan yang di setiap perangkat daerah, gelar apel siaga seluruh perangkat daerah TNI Polri dan masyarakat, serta melakukan kerja bakti pada pinggiran kali sungai dan drainase,” tutur Sumartono.

Tanggapan Bupati Jayapura, Mathius Awaitauw menyampaikan, perlu dilakukan monitoring terhadap situasi yang berkembang saat ini, mengingat meningkatnya curah hujan di Kabupaten Jayapura.

“Perlunya penekanan dari Kepala Distrik maupun RT dan RW untuk menghimbau masyarakatnya agar tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan drainase bersama masyarakat,” papar Bupati.

Sementara Ketua DPRD Jayapura, Klemen Hamo menuturkan, perlunya aksi nyata dari pemerintah untuk mencegah terjadinya bencana.

“Kita perlu lakukan aksi nyata dimana pemerintah daerah harus mencegah terjadinya bencana di Kabupaten Jayapura ini,” tutur Klemen.

Kemudian Sekda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi menjelaskan, perlunya dibangun pos untuk menginformasikan perkembangan cuaca.

“Selain itu kita perlu informasi perkembangan situasi di daerah-daerah yang terdapat di kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Tanggapan Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon menyebutkan, leading sektor perlu dibentuk untuk merespon arahan Mendagri, TNI/Polri dapat dilibatkan dalam hal ini.

“Mapping permasalahan dapat dilakukan langkah awal untuk membangun sistem pencegahan bencana banjir bandang,” sebut Kapolres.

Ia mengatakan, harus ada kerjasama antara TNI/Polri, Pemda, BPPD beserta unsur-unsur lainnya, jangan bekerja sendiri-sendiri.

“Jangan ingin terlihat hebat dengan melakukan sesuatu sendiri tapi mari kita lakukan bersama agar menjadi hebat,” kata AKBP Victor. (Panji/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya