Mayjen TNI Joppye: Stabilitas Keamanan Wilayah Papua Barat Saat Ini Kondusif

11 January 2020 23:40
Mayjen TNI Joppye: Stabilitas Keamanan Wilayah Papua Barat Saat Ini Kondusif
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau (tengah) salam komando usai Sertijab Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Arfai I, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. (Wakapendam Kasuari Letkol Inf Ertoto)

MANOKWARI, TRANS89.COM – Situasi keamanan atau stabilitas keamanan di Provinsi Papua Barat yang merupakan wilayah tugas Kodam XVIII/Kasuari, hingga saat ini kondusif, tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan.

Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mengungkapkan kepada media yang menanyakan tentang bagaimana kondisi keamanan dan pengamanan teritorial Papua Barat berdasarkan isu-isu yang terjadi di lingkup internasional maupun nasional saat ini usai Pangdam memimpin acara tradisi dan laporan korps serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Arfai I, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

“Jadi kita semua patut bersyukur kepada Tuhan bahwa semua kegiatan, terutama kegiatan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan lancar, aman dan tidak ada hal-hal yang kita kuatirkan. Stabilitas keamanan wilayah Papua Barat hingga saat ini kondusif,” ungkap Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau melalui pres rilis Pendam XVIII Kasuari diteriam Redaksi, Sabtu (11/1/2020).

Menurut Pangdam, ini merupakan kerja keras dari semua pihak yang didukung oleh warga masyarakat, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik.

“Kita juga mendengar ada isu-isu yang bertebaran dimana-mana, tetapi kita masyarakat Papua Barat sudah menunjukkan bahwa kondisi wilayah kita ini bisa di jaga dan kita tidak terpengaruh dengan isu-isu yang muncul,” tutur Pangdam Mayjen .

Ia menjelaskan, sebenarnya kita para pimpinan daerah yang tergabung dalan Forkopimda pimpinan Gubernur dan kita semua warga masyarakat Papua Barat mengharapkan situasi seperti itu agar proses pembangunan terus dapat berjalan dengan baik, lancar, dan apa yang diinginkan oleh masyarakat bisa kita kerjakan.

Ketika diminta tanggapannya mengenai isu di Laut Natuna, Mayjen Joppye menjelaskan bahwa hal tersebut sudah ditangani oleh negara, termasuk Panglima TNI.

“Kami yang ada di wilayah dan saya sebagai Panglima Kodam tetap menjaga stabilitas keamanan yang ada di wilayah Kodam XVIII/Kasuari,” jelas Pangdam.

Terkait dengan dengan kasus-kasus pencurian atau kriminalitas yang terjadi di wilayah Papua Barat, lanjut Pangdam XVIII/Kasuari, Kodam bersama Polda sudah menanganinya sesuai dengan aturan yang berlaku di negara Indonesia.

“Pada akhir tahun 2019, Kodam telah menangkap kegiatan penambangan emas di wilayah Kodam,” ujar Mayjen Joppye.

Dirinya menyebutkan, saat penangkapan, pelakunya terdapat 3 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Cina, dan dalam penanganannya sudah dilalukan sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

“Saya begitu menangkap, karena ada WNA, saya menyerahkannya kepada imigrasi dan berkoordinasi langsung untuk menanganinya. Tapi yang pertama saya berkoordinasi dengan Kapolda, karena itu menyangkut kegiatan ilegal. Itu kasus kriminal, maka harus ditangani oleh kepolisian yang merupakan tugas pokoknya, sehingga saya berkordinasi dan menyerahkannya ke Polda Papua Barat untuk ditangani lebih lanjut, dan saya pikir sekarang proses itu sudah berjalan,” sebut Mayjen Joppye.

Pangdam XVIII/Kasuari tidak menginginkan ada kegiatan-kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Kodam yang merugikan negara, karena otomatis juga akan merugikan masyarakat.

“Saya tidak mentolerir kegiatan-kegiatan seperti itu. Saya minta didukung oleh seluruh masyarakat. Semua kegiatan terutama kegiatan usaha dan lain sebagainya itu ada ketentuan-ketentuan aturan yang berlaku didalam pemerintahan, sehingga kita harus mengikuti aturan-aturan itu,” ucapnya.

Kodam sendiri punya keterbatasan karena wilayah Kodam yang cukup luas. Oleh karena itu, lanjut Pangdam mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang memberikan laporan kepada institusi keamanan negara, dalam hal ini Kodam XVIII/Kasuari.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah laporan. Saya minta kepada masyarakat yang lain, kalau ada hal-hal seperti itu silahkan lapor ke Kodam, Kodim, Koramil atau bisa langsung ke saya sebagai Panglima dan saya akan tangani itu,” imbuh Mayjen TNI Joppye. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya