HUT Ke-47 dan Rakernas PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran Jakarta

14 January 2020 02:23
HUT Ke-47 dan Rakernas PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran Jakarta
Presiden RI, Joko Widodo hadiri HUT ke-47 dan Rakernas di Hall B1-3 dan C1-2 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran Jakarta Pusat. (Andre Handrianto/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 dan rapat kerja nasional (Rakernas) PDI Perjuanagn dihadiri sekitar 5.500 orang peserta dan tamu undangan dengan tema. ‘solid bergerak wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional.

Kegiatan HUT dan Rakernas PDI Perjuangan berlangsung di Hall B1-3 dan C1-2 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Hadir digiat tersebut Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDI Perjuanagn Hasto Kristiyanto, para ketua partai koalisi pendukung Jokowi-KH Ma’ruf, para pengurus ewan Pimpinna Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Indonesia.

Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengucapakan salam perdamaian dan terima kasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan kepada dirinya untuk berbicara di HUT PDI Perjuangan.

“Saudara-saudara, Saya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan mendukung penuh sikap Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa persoalan kedaulatan bukan hal yang dapat dinegosiasikan. Hal-hal strategis terkait dengan haluan negara melalui kebijakan strategis yang dijalankan dengan semangat berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari,” ucap Megawati.

Menurutnya, tema HUT ke-47 Tahun dan Rakernas PDI Perjuangan kali ini yakni solid bergerak wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional.

“Tema tersebut saya putuskan sebagai simbol babak baru bagi perjuangan dan strategi Partai. Di usia 47 tahun, sudah waktunya kristalisasi ideologi dalam suatu gerakan konkret,” tutur Megawati.

Ia menilai, PDI Perjuangan adalah partai politik. Untuk itu, dirinya meminta kader terus berjuang, menjadikan PDI perjuangan sebagai partai pelopor, partai yang solid dengan Lima disiplin, yakni disiplin ideologi, teori dan pemikiran, organisasi, tindakan dan gerakan.

“Otokritik harus berani kita lakukan. PDI Perjuangan adalah partai yang menganut ideologi Pancasila. Mengaku berideologi Pancasila memiliki konsekuensi logis yang harus dijalankan,” ujar Megawati.

Dirinya juga menekankan agar kader bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat, bangsa dan negara serta stop berwacana politik.

“Jadi, rumuskan poltik legislasi, politik anggaran, politik pengawasan yang menjadi prioritas perjuangan kita. Rumuskan pembangunan bidang industri apa saja yang PDI Perjuangan akan rekomendasikan. Pembangunan industri tersebut harus dipastikan sebagai upaya untuk pemenuhan kesejahteraan rakyat,” tegas Megawati.

Sambutan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ucapkan salam hormat ke para hadirin di acara HUT ke 47 dan Rakernas PDI Perjuangan serta selamat ulang tahun ke-47, merdeka.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan posisi kita saat ini. Kemudian tantangan-tantangan yang ada, kemudian kebijakan-kebijakan yang telah kita ambil dan nantinya akan kami sampaikan dengan data-data dan angka-angka yang sudah kita peroleh dalam beberapa tahun ini,” ucap Jokowi.

Jokowi menyebutkan, PDI Perjuangan yang sudah memasuki usia ke-47 tahun harus menjadi partai pelopor dengan tetap berpegang pada ideologi Pancasila.

“PDIP telah memasuki fase transformasi, sebagai partai massa yang sangat solid, berideologi pancasila dan juga sebagai partai pelopor,” sebut Jokowi.

Ia mengakui ingin hasil bumi itu diolah terlebih dahulu menjadi bahan setengah jadi ataupun jadi sebelum dijual ke negara lain.

“Intinya, seperti yang dikatakan Bung Karno dalam Trisakti-nya, kita harus berdikari di bidang ekonomi,” tegas Jokowi.

Dirinya menyatakan, kemandirian di bidang ekonomi membuat Indonesia tak mudah ditekan oleh negara manapun. Ia juga ingin agar Indonesia berdaulat di bidang politik sebagaimana konsep Trisakti Presiden pertama Sukarno.

“Karena kita memiliki semua yang kita olah sendiri. Berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian dan berkebudayaan. Itu yang diajarkan Bung Karno,” ujar Jokowi.

Jokowi tak mau lagi minyak kelapa sawit mentah crude palm oil (CPO) diekspor dalam bentuk mentah, CPO akan diolah di dalam negeri menjadi B20, B30, hingga nantinya B50 dan B100.

“Kalau ini semua bisa masuk ke B100, saya tak bisa bayangkan bahwa kita sudah tidak impor minyak lagi. Semua yang kita pakai adalah biodiesel,” tutur Jokowi.

Selain CPO, kata Jokowi, tak akan lagi ekspor nikel dalam bentuk mentah, karena sejak 1 Januari lalu sudah memberlakukan larangan ekspor nikel.

“Pemerintah berencana mengelola nikel menjadi lithium battery yang dipakai untuk mobil listrik, electric vehicle. Indonesia adalah produsen nikel terbesar di dunia,” katanya.

Presiden menyampaikan, secara bertahap akan mulai menghentikan ekspor bahan mentah berbagai komoditas, seperti bauksit, timah, batu bara, hingga minyak kelapa atau kopra.

“Ingat kopra, minyak kelapa bisa dijadikan avtur. Ini sudah hampir ketemu. Kalau ini ketemu, semua pesawat bisa kita ganti dengan minyak kelapa yang dihasilkan rakyat,” paparnya.

Jokowi mengakui masalah terbesar Indonesia yang dialami bertahun-tahun adalah defisit transaksi berjalan, karena nilai impor masih lebih besar dari ekspor, maka kita bakal meningkatkan nilai ekspor.

“Dari ekonomi kita yang bertahun-tahun berbagai komoditas, bahan mentah yang selalu kita ekspor, raw material, sehingga ke depan kita ingin semuanya diolah minimal menjadi barang setengah jadi atau barang jadi,” imbuh Jokowi. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya