Massa Tolak Tambang PT BSI di Banyuawangi Saling Dorong Dengan Pengamanan Swakarsa Perusahaan

10 January 2020 22:01
Massa Tolak Tambang PT BSI di Banyuawangi Saling Dorong Dengan Pengamanan Swakarsa Perusahaan
Terjadi dorong mendorong antara warga tolak tambang dengan pengamanan swakarsa pekerja team penelitian PT BSI di area bekas tambak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. (Adi Nugroho/Trans89.com)

BANYUWANGI, TRANS89.COM – Terjadi dorong mendorong antara warga tolak tambang diikuti sekitar 100 orang dipimpin Zainal Arifin alias Ari dengan pengamanan swakarsa pekerja team penelitian PT Bumi Suksesindo (BSI) yang merupakan perusahaan pengelolah tambang emas Tumpang Pitu di area bekas tambak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Kamis (9/1/2020).

Kronologis kejadian, sekitar pukul 14.00 hingga 14.40 WIB, massa tolak tambang dipimpin Zaenal Arifin dan Nur Hidayat bersitegang dan terjadi saling dorong mendorong dengan pengaman swakarsa team penelitian geologi PT BSI di area Gunung Salakan walau tidak ada aktifitas penelitian.

Selanjutnya dilakukan mediasi, Kades Sumberagung Vivin Agustin mengatakan, semua merupakan warga kami, jangan sampai terjadi keributan, warga yang pro dan kontra bertetangga, jangan terjadi permusuhan.

“Hindari konflik antar tetangga, semua warga Sumberagung menjadi tanggungjawab saya sebagai Kades,” kata Vivin.

Kelompok tolak tambang, Zaenal Arifin menyampaikan, area Gunung Salakan merupakan benteng alami sebagai pencegah bila ada bencana tsunami.

“Untuk itu, kita warga Pancer dan yang lain harusnya kompak menolak kegiatan geo listrik team geologi PT Bumi Suksesindo,” papar Ari.

Menurutnya, bagi warga Pancer yang pro tambang, kenapa masih mau di adu domba sehingga benturan sesama tetangga atau dengan warga kampung yang lainya.

“Hanya di bayar Rp150 ribu perhari kenapa warga mau diadu domba. Bila tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, maka lebih baik Kades mundur saja dari jabatannya,” tutur Ari.

Penyampaian pengamanan swakarsa tim geologi PT BSI, Budi menjelaskan, kami yang bekerja di perusahaan merupakan hak kami, di karenakan ini masalah kelangsungan hidup keluarga kita, kami merasa di lecehkan, merasa tidak di hargai oleh massa tolak tambang dan kami tidak akan tinggal diam.

“Apa salah kami bila bekerja di perusahaan, kebutuhan keluarga merupakan hal yang prioritas bagi kami,” jeas Budi. (Adi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya