Mamasa Menjadi DOB Tahun 2002, Desa Mesakada Masih Numpang Berkantor, Demmanala: Fokus Pemindahan Kantor 2020

11 January 2020 00:27
Mamasa Menjadi DOB Tahun 2002, Desa Mesakada Masih Numpang Berkantor, Demmanala: Fokus Pemindahan Kantor 2020
Kades Mesakada, Demmanala. (Tadisu Sarrin/Trans89.com)
.

MAMASA, TRANS89.COM – Kepala Desa (Kades) Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Demmanala mengatakan, Kantor Desa Mesakada selama ini merupakan bekas rumah warga yang seluruhnya terbuat dari kayu serta numpang diatas lahan milik warga. Dimana Kabupaten Mamasa sendiri terbentuk menjadi daerah otonomi baru (DOB) berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2002.

“Awalnya sih menggunakan atap sirap, tetapi sudah sempat diganti dengan atap seng 10 tahun lalu dan itu kantor desa rumah milik warga untuk ditempati berkantor,” kata Demmanala di kediamannya di Desa Mesakada, Mamasa, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya, setelah memasuki tahun ke 3 menjabat selaku Kades, dirinya telah berhasil menyelesaikan beberapa kegiatan dan saat ini akan memfokuskan pemindahan dan pembangunan kantor desa di tahun 2020.

“Bukan berarti sektor lain sudah mapan dan tidak membutuhkan biaya lagi, namun kegiatan tahun pertama, kedua, hingga terakhir tahun kemarin (2019), telah terealisasi pembangunan 1 MCK dan 4 titik jalan rabat beton. Semuanya itu masih butuh lanjutan kegiatan dengan biaya yang tentunya tidak sedikit,” tutur Demmanala.

Ia menjelaskan, karena kondisi kantor desa kami yang masih statusnya menumpang diatas tanah warga, sehingga melalui Musrenbang desa, masyarakat bersama pemerintah desa menyepakati dan memutuskan untuk pemindahan untuk pembangunan kantor desa.

“Sekedar diketahui, bahwa tanah pekarangan kantor Desa Mesakada awalnya memang hanya berstatus pinjam pakai dari salah seorang tetua Desa Mesakada yang dengan rela memberi dan meminjamkan tanah serta bangunan rumahnya untuk dipakai sebagai kantor desa sejak awal berdirinya Desa Mesakada 12 tahun yang lalu,” jelas Demmanala.

Dirinya juga selalu berupaya keras untuk memperbaiki semua fasilitas umum yang sifatnya sangat mendesak dan dibutuhkan oleh masyarakat, walaupun pemerintah desa punya anggaran dana desa (DD) kisaran Rp700 juta, tetapi pihaknya selalu berusaha untuk memanfaatkan serta mengoptimalkan dana itu sebaik mungkin.

“Jika tidak, maka desa kami akan semakin tertinggal jika dibandingkan dengan desa-desa lain, khususnya dari segi pembangunan. Selain itu, saya juga sebenarnya punya tanggungjawab yang besar terhadap Desa Mesakada ini, karena selain sudah menjadi tempat tinggal, saya juga harus dengan giat meneruskan pembangunan yang masih belum sempat dikerjakan oleh orang tua sebelum kami Bapak Andarias sebagai Kades pertama sejak terbentuknya Desa Mesakada selama 2 periode,” ujar Demmanala.

Sementara Kepala Seksi Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Mesakada, Relius menyampaikan tentang kepribadian Kades Mesakada, Demmanala. Selain melaksanakan tugas dan tanggungjawab seorang Kades, ia (Demmanala) juga berperan aktif dalam program kerja bergilir dalam bentuk kelompok bersama dengan para masyarakatnya. Program kerja bergilir ini sudah berlangsung sejak awal masa menjabat. Kegiatan ini juga rutin dilaksanakan 2 sampai 4 kali sebulan setiap hari Sabtu dengan jumlah jam kerja perorang anggota kelompok selama 2 jam, setiap harinya anggota kelompok mengerjakan 2 lahan yang berbeda dari 2 orang anggota kelompok sasaran kerja yang berbeda pula.

“Jadi setiap hari Sabtu, Kades Mesakada harus bekerja selama 4 jam untuk 2 orang anggota kelompok. Selain memanfaatkan hari libur, pekerjaan kami juga terasa ringan, karena selain dikerjakan secara beramai-ramai dan bergilir, jam kerjapun kami tidak terlalu rasakan. Bagaimana tidak, pagi hari hanya 2 jam, sorenya juga hanya 2 jam,” papar Relius.

Hal itu juga diakui oleh banyak orang dari berbagai tempat, termasuk masyarakat dari desa tetangga, seperti Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong dan Desa Kanan, Kecamatan Tandukkalua.

Disamping itu, Demmanala,SH juga merupakan salah satu Kades yang proaktif dalam melaksanakan kegiatan Jumat bersih, bilamana tidak ada halangan lain yang mendesak. Hal itu terlihat dari kebersihan dan kerapian Desa Mesakada disepanjang jalan poros Polewali-Mamasa. (AWT/Tadius/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya