Polda Gelar Rakor Penanggulangan Bencana Untuk Wilayah Sulbar

09 January 2020 16:56
Polda Gelar Rakor Penanggulangan Bencana Untuk Wilayah Sulbar
Polda Sulbar melaksanakan Rakor dalam rangka penanggulangan bencana alam di wilayah Provinsi Sulbar berlangsung di Aula Arya Guna Polda Sulbar, Jalan Aiptu Norman, Kabupaten Mamuju. (Aaron/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.COM – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka penanggulangan bencana alam di wilayah Provinsi Sulbar.

Kegiat rakor tersebut dihadiri sekitar 80 orang peserta berlangsung di Aula Arya Guna Polda Sulbar, Jalan Aiptu Norman, Kabupaten Mamuju, Kamis (9/1/2020).

Sambutan Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, kegiatan Rakor ini mengangkat tema dengan rakor kita tingkatkan sinergitas Pemprov, TNI dan Polri beserta jajaran dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Sulbar.

“Diharapkan dalam rakor adanya masukan informasi dari seluruh peserta rapat yang bisa dijadikan acuan dalam mengambil langkah khususnya oleh leading sektor penanggulangan bencana alam di wilayah Provinsi Sulbar tahun 2020,” kata Kapolda.

Menurutnya, perlu dipedomani bersama, penekanan Presiden RI pada rapat terbatas (Ratas) yang membahas bencana alam pada tanggal 3 Januari 2020.

“Hasil di Ratas itu, leading sektor penanggulangan bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat dan BPBD di tingkat wilayah. Institusi tingkat pusat yang terlibat dalam menangani bencana yaitu Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Polri, TNI, Basarnas dan BMKG serta di tingkat wilayah atau menyesuaikan. Seluruh instansi, baik tingkat pusat dan wilayah mempunyai peran dalam penanganan bencana. Jalin sinergitas yang baik antar lembaga negara dalam penanganan bencana,” tutur Brijen Pol Baharuddin.

Menurutnya, berdasarkan perkiraan cuaca badan metereologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) secara nasional, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2020.

“Jadi perlu adanya kesiapsiagaan, keterpaduan dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah Provisni Sulbar mulai dari saat siaga darurat bencana, saat terjadi kejadian bencana dan pasca bencana,” jelas Kapolda.

Ia menjelaskan, mudah-mudahan BMKG bisa menyajikan informasi perkiraan cuaca yang dapat dengan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Provinsi Sulbar.

“Kepada BPBD Provinsi Sulbar selaku leading sektor penanganan bencana agar bisa menginisiasi kelanjutan rakor ini dengan mengadakan kegiatan terkait penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Sulbar dalam bentuk apel siaga bencana seluruh instansi terkait,” jelas Brigjen Pol Baharuddin.

Selanjutnya sambutan Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid menyampaikan, kegiatan operasi kontijensi ini harus memiliki dasar hukum, agar penanggulangan bencana dan pembangunan posko bencana itu jelas pelaksanaannya.

“Kontijensi adalah penanganan sebelum ada tanggap darurat, sedangkan pelaksanaan setelah adanya kejadian. Maka itu yang dinamakan operasi. Yang terlibat dalam penanggulangan bencana adalah instansi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Penanggulangan bencana ini telah memiliki ruang lingkup tetsendiri dan memiliki dana operasi tersendiri, sehingga hal tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah pusat,” papar Darno.

Hadir digiat tersebut, Ketua DPRD Sulbar St Suraedah Suhardi, Danrem 142/Tatag Kolonel Evintinus Teddy Danarto, Pasi Ops Lanal Mamuju Kapten Laut (P) Solihin, Dandem Angkatan Udara (AU) Tampapadang Mamuju Kapten Aswarman, Kadis Sosial Sulbar Andi Bau Akram Dai, Basarnas Mamuju M Fathur, Kepala BMKG Sulbar Agus, para PJU dan Kapolres jajaran Polda Sulbar. (Aaron/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya