Darwis dan Maulida Pelanjut Estafet Baru QAF UIN Ar-Raniry Banda Aceh

09 January 2020 13:41
Darwis dan Maulida Pelanjut Estafet Baru QAF UIN Ar-Raniry Banda Aceh
UKM QAF menyelenggarakan Musyawarah Besar Mubes III di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry, Kota Banda Aceh. (Aljawhir/Trans89.com)

BANDA ACEH, TRANS89.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa Qur’an Aplikasi Forum (UKM QAF) menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) III di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry, Kota Banda Aceh, Minggu (5/1/2020).

Acara ini dihadiri oleh Pembina QAF, Samsul Bahri dan para anggota serta alumni. Mubes tersebut diadakan dalam rangka membahas beberapa masalah internal organisasi tersebut serta pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum baru.

Hasil Mubes memutuskan Nadarwis Duana Situmorang dan Maulida Yani melanjutkan estafet sebagai ketua umum dan wakil umum QAF periode 2019-2020.

Sebagai Ketua Umum baru, Darwis akan mengevaluasi kembali program periode sebelumnya serta akan melaksanakan program Tahsinul Qur’an pada setiap fakultas di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Itu dilakukan bertujuan agar mahasiswa fasih membaca Al-Qur’an dan dapat memperkenalkan QAF kepada khalayak kembali. Insya Allah kita akan membuat program tahsin pada setiap fakultas di UIN Ar-Raniry untuk membantu memperbaiki bacaan mereka serta memperkenalkan QAF kepada publik,” kata Darwis, Kamis (9/1/2019).

Menurutnya, kegiatan itu dilakukan dalam rangka mengurangi tingkat rendahnya bacaan Al-Qur’an pada Kampus Agama kebangaan rakyat Aceh tersebut.

“Berdasarkan survey Kementrian Agama (Kemenag), Mahasiswa UIN Ar-Raniry termasuk kategori terbawah dalam fasih membaca Al-Qur’an. Oleh karenanya, dengan adanya program tahsin dapat mengurangi tingkat buta huruf dalam membaca Al-Qur’an,” tutur Darwis.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Umum baru Maulida Yani menjelaskan bahwa mandat baru adalah amanah besar.

“Program yang belum terlaksana direalisasikan pada periode baru. Intinya merealisasikan kembali program yang belum tercapai pada periode sebelumnya,” jelas Maulida.

Ia berharap, setiap pengurus baru nantinya pada masa berakhir jabatan dapat memiliki hafalan minimal 2 juz.

“Harapan kami setelah meninggalkan jabatan pada akhir kepengurusan nantinya, setiap pengurus dapat memiliki hafalan minimal 2 juz,” harap Maulida.

Sementara Demisioner ketua umum Qaf, Ali Riedha berharap, ketua umum dan wakil ketua umum baru mampu mengerahkan potensi SDM QAF lebih baik, serta mampu menjadikan QAF menjadi wadah Qur’ani bagi siapapun.

“Saya berharap, ketua dan wakil terpilih mampu mengerahkan segala potensi mahasiswa, memperkuat hubungan internal QAF dengan menumbuhkan semangat dan cinta Qur’an yang mengakar dalam internal maupun eksternal,” imbuhnya. (Alja)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya