Warga Dari 6 Desa Tuntut Hak Pengelolaan HGU PT SAI di Rokan Hulu

08 January 2020 00:28
Warga Dari 6 Desa Tuntut Hak Pengelolaan HGU PT SAI di Rokan Hulu
Aksi masyarakat dari 6 desa, yaitu Desa Rambah Samo, Teluk Aur, Lubuk Bilang, Sei Kuning, Lubuk Napal dan Sei Salak, Kecamatan Rambah Samo, berlangsung disimpang sawit PT SAI, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rohul, Riau. (Sani Aris Munandar/Trans89.com)

ROKAN HULU, TRANS89.COM – Unjuk rasa masyarakat dari 6 desa, yaitu Desa Rambah Samo, Teluk Aur, Lubuk Bilang, Sei Kuning, Lubuk Napal dan Sei Salak, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diikuti sekitar 300 orang peserta aksi dan koordiantor lapangan (Korlap) Andi Surau Gading.

Massa dari ke 6 desa tersebut, menuntut hak pengelolaan hak guna usaha (HGU) PT Sawit Asahan Indah (SAI) yang berada di wilayah 6 desa, Kecamatan Rambah Samo, berlangsung disimpang sawit PT SAI, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rohul, Riau, Senin (6/1/2020).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, kembalikan hak masyarakat enam desa. Masyarakat Adat Desa Rambah Samo, masyarakat Adat Desa Teluk Aur, masyarakat Adat Desa Lubuk Bilang, masyarakat Adat Desa Sei Kuning, masyarakat Adat Desa Lubuk Napal dan masyarakat Adat Desa Sei Salak. Masyarakat Adat 6 Desa, Kecamatan Rambah Samo menolak perpanjangan HGU PT SAI.

Orasi Andi Surau Gading mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kita kepada perusahaan, sebelumnya kita sudah melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah, namun pihak perusahaan tidak bersedia hadir, berarti perusahaan tidak ada itikad baik.

“Kami melakukan aksi ini karena tidak ada kejelasan dari pemerintah dan perusahaan, maka akan kami pancang 20% dari luas lahan izin HGU PT SAI,” kata Andi Surau.

Menurutnya, kami tidak bisa dibodohi, karena dalam Undang-Undang (UU) sudah jelas hak kami masyarakat setempat mendapatkan hak 20% dari izin HGU.

“Tahun ini izin HGU nya diperpanjang lagi dan kami harus menerima hak kami sebagai masyarakat setempat,” tutur Andi Surau.

Perwakilan masyarakat bersama dengan 6 orang Kepala Desa (Kades) berangkat menuju Kantor Bupati Rohul untuk melakukan mediasi yang dihadiri Bupati Rohul Sukiman, Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Rohul M Zaki, Kasat Intel Edi Sutomo, perwakilan PT SAI, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul T Rafli Armien, perwakilan BPN Rohul, tokoh masyarakat, Ninik Mamak dan 6 Kades.

Adapun Hasil kesepakatan yaitu tentang keputusan HGU PT SAI akan di bahas kembali pada tanggal 8 Januari 2020 mendatang. (Sani/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya