IMM Mamuju Gelar Dialog Pemilu Dalam Mengawal Pilkada Serentak

08 January 2020 14:31
IMM Mamuju Gelar Dialog Pemilu Dalam Mengawal Pilkada Serentak
DPD IMM Cabang Mamuju melaksanakan dialog dan kursus kepemiluan di kantor Ombusdman RI Perwakilan Sulbar, Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. (Damone/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mamuju melaksanakan dialog dan kursus kepemiluan dengan tema, melalui ediopolitor ciptakan kader yang progresif dan berintegrasi dalam mengawal pilkada serentak tahun 2020 yang jujur dan adil’, dihadiri sekitar 35 orang peserta.

Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Ombusdman RI Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar), Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Selasa (7/1/2020) malam.

Sambutan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulbar, Lukman Umar mengatakan, lewat momentum malam ini minta kepada panitia untuk membuat sesion ke dua untuk melanjutkan konsepsi dari pemilu.

“Ilmu yang perlu di bagi, agar semua paham akan tugas sebagai penyelenggaran pemilu dan saya sangat gembira kalau sudah ada teman-teman tergerak hatinya turut dan mau dalam penyelenggaraan pemilu. Berharap kaum mudah lebih fokus menjadi penengah dan bukan masuk kedalam ranah politik dengan harapan dalam momentum pemilu ini berharap tidak membawa Muhammadiyah dalam ranah politik,” kata Lukman.

Menurutnya, terkait pemilu, Muhammadiyah tetap pada nawaitu Muhammadiyah dalam menciptakan kader bangsa yang progresif dan berintegritas dalam mengawal pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.

“Kegiatan ini sama dengan kegiatan yang dilakukan sebelumnya dalam memberikan bekal dan diskusi kelompok yang mempelajari banyak hal, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu,” tutur Lukman.

Ia menjelaskan, Sulbar ada 4 kabupaten yang ber-pilkada, untuk pilkada ini, salah satu kerawanan pemilu yaitu partisipasi masyarakat, sehingga ada rumor yang mengatakan, semakin tinggi pengawasan semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin tinggi juga kualitas pemilu.

“Berharap dari pihak Muhammadiyah berperan aktif dalam hal ini dalam mewujudkan pemimpin yang berintegritas yang berkolerasi dengan percepatan pembangunan, serta semua ikut serta dalam menyukseskan pilkada 2020 di Provinsi Sulbar. Dalam pemilu 2019 kita menangani 15 kasus, 9 diantaranya adalah temuan dan hanya 6 yang merupakan laporan,” jelas Lukman.

Selanjutnya Ketua KPU Sulbar, Rustang menuturkan, bahwa sosialisasi pemilu ke masyarakat adalah tahapan bahwa akan ada sosialisasi ke masyarakat bagaimana suksesnya pesta pemilu.

“Siapkan mental dalam segala hal, karena dalam kontes pemilu ini pasti akan banyak tantangan kerja, baik sebelum maupun sesudah pemilu,” tutur Rustang.

Ia menyampaikan, posisikan diri di tengah-tengah, dalam artian netralitas itu sangat penting dalam pesta pemilu kedepan.

“Pastikaan kembali peserta pemilu mempunyai KTP elektronik agar bisa berpatisipasi dalam pemilu. Silahkan berpatisipasi di beberapa bagian tempat pemilihan KPPS,” papar Rustang.

Kemudian Ketua Bawaslu Sulbar, Sulpan Sulo menjelaskan, pengambilan keputusan dalam kelompok harus diplenokan terkait dengan pemiliah kepala daerah (pilkada) 2020.

“Salah satu yang memegang indeks kerawanan pemilu adalah tingkat kerawanan di masyarakat, sehingga ada rumus dalam dunia pengawasan yang mengatakan semakin tinggi tingkat kepedulian dan pengawasan masyarakat maka akan semakin aman jalannya pemilu yang berlangsung,” jelas Sulfan.

Ia menyebutkan, terkait dengan pemilu serentak, harapan bagaimana cara sistem pemilu kita di berikan ruang kepada masyarakat luas.

“Berharap semua ikut serta dalam pengawasan pilkada kedepan, agar kita dapat meminimalisir sumber temuan yang di dapati di lapangan,” sebut Sulfan.

Sementara Komisioner KPU Sulbar, Farhan mengatakan, KPU sebagai penyelenggara diawasi Bawaslu, dan Bawaslu dipantau oleh DKPP untuk memastikan berjalannya pesta demokrasi dengan baik, sehingga hasil dari pemilu adalah kesejahteraan.

“Sampaikan kepada masyarakat bebas dalam berpendapat dan menentukan pilihan dan sama-sama bernilai satu suara satu orang tanpa intervensi maupun money politik. Demokrasi adalah hasil dari pergerakan mahasiswa pada tahun 1998. Untuk itu tidak ada salahnya jika mahasiswa ikut berperan aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi 2020. Antusiasme pemuda dalam hal ini merupakan hal yang positif sebagaimana fitrahnya yaitu agen perubahan,” katanya.

Hadir digiat tersebut, Ketua IMM Cabang Mamuju Arman, Ketua Bawaslu Mamuju Faisal Jumalang, Komisioner KPU Mamuju Rivai. (Damone/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya