Menwa Jayakarta Desak Pemerintah Cina Mohon Maaaf Atas Klaim Sepihak Natuna di Wilayah ZEE

07 January 2020 17:39
Menwa Jayakarta Desak Pemerintah Cina Mohon Maaaf Atas Klaim Sepihak Natuna di Wilayah ZEE
Aksi Resimen Mahasiswa (Menwa) Jayakarta depan Kedubes RRC, Jalan Mega Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan. (Andre Handrianto/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa Resimen Mahasiswa (Menwa) Jayakarta diikuti sekitar 150 orang peserta aksi dipimpin M Arwani Deni depan Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat Cina (RRC), Jalan Mega Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).

Orasi M Arwan Deni mengatakan, diketahui bahwa Natuna tengah jadi perbincangan setelah kapal-kapal nelayan dan coast guard (penjaga pantai) Cina masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Kepulauan Natuna.

“Pemerintah Cina mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia. Dasar yang dipakai Negeri Tirai Bambu (Cina) mengklaim perairan Natuna adalah sembilan garis putus-putus atau nine dash line,” kata Arwan.

Menurutnya, secara geografis, Natuna berada di garis terdepan yang langsung berhadap-hadapan dengan beberapa negara tetangga, bahkan lokasinya menjorok ke tengah Laut Cina Selatan yang membuat rentan disengketakan, dimana letaknya diapit oleh wilayah Malaysia, yaitu semenanjung Malaya di Barat, dan Sarawak di Pulau Bornoe.

“Hari ini pesan kita sampaikan kepada pejabat-pejabat Indonesia, jangan coba-coba main mata dengan negara Cina. Pejabat harus mampu menjaga tumpah darah Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. NKRI harga mati, NKRI harga mati, NKRI harga mati,” tutur Arwan.

Ia menyebutkan, kita disini untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam hal pengakuan pemerintah Cina terhadap perairan Natuna dan menuntut pencabutan klaim pemerintah Tiongkok (Cina) terhadap wilayah perairan Natuna di Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami menuntut permohonan maaf pemerintah Tiongkok terhadap pemerintah dan segenap rakyat Indonesia terhadap klaim sepihak atas perairan Natuna. Apabila dalam 2×24 jam Kedubes Tiongkok atau pemerintah Tiongkok tidak meminta maaf dan mencabut klaim sepihaknya terhadap Perairan Natuna, maka kami akan mengepung Kedubes Tiongkok di Jakarta dan akan mensweeping aset-aset pemerintah Tiongkok maupun warga negara asing asal WNA Tiongkok yang ada di wilayah NKRI,” sebut Arwan. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya