Menuju WTP Kelima Kalinya, Inspektorat Pasangkayu Lakukan Pengawasan Opname Kas Akhir

06 January 2020 21:34
Menuju WTP Kelima Kalinya, Inspektorat Pasangkayu Lakukan Pengawasan Opname Kas Akhir
Inspektur Pembantu II Hari Murti (kanan) didampingi stafnya saat diwawancarai awak media di kantor Inspektorat Pasangkayu, kompleks perkantoran Bupati, Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Andis/Trans89.com)
.

PASANGKAYU, TRANNS89.COM – Menuju peraihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut kelima kalinya tahun ini, Memasuki awal tahun anggaran 2020, sebagai pengawasan internal Pemerintah Daerah (pEMDA) Kabupaten Pasangkayu, Inspektorat akan melakukan pengawasan Opname kas atau yang biasa disebut saldo akhir organisasi perangkat daerah (OPD) tahun 2019.

Dikonfirmasi Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Pasangkayu, Hari Murti menjelaskan, pengawasan opname kas sendiri merupakan audit kas secara fisik termasuk uang logam dan uang kertas dan membandingkan antara jumlah catatan akutansi dengan uang kas yang dipegang saat ini.

“Baik itu uang yang disimpan di brangkas maupun yang ada di tangan atau biasanya di istilahkan cash ini on hand,” jelas Hari di kantornya di kompleks perkantoran Bupati, Jalan Ir Soekarno, Kabupate Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sular), Senin (6/1/2020).

Menurutnya, pengawasan opname kas internal pemda ini bertujuan mengetahui sejauh mana perangkat daerah mematuhi aturan yang terkait kewajiban di akhir tahun, terutama yang terkait dengan kewajiban pengembalian saldo kas dan pencatatan aset daerah termasuk persediaan yang menjadi komponen utama dalam laporan keuangan perangkat daerah tahun 2020 nanti.

“Kita melakukan pengawasan kewajiban pengembalian saldo kas dan aset daerah, sehingga nanti dalam pemeriksaan tidak menemukan kendala san dapat meyakinkan BPK RI Sulbar untuk kembali mendapatkan WTP berturut-turut kelima kalinya, dimana ketika WTP kelima kali, Pemda akan menerima penghargaan tersebut di Istana Presiden,” tutur Hari.

Untuk itu, lanjut Hari, selain pengawasan OPD, Inspektorat juga akan terus melakukan pengawasan pada anggara dada desa (ADD) dan dana biaya operasional sekolah (BOS) di setiap sekolah yang mendapat anggaran tersebut, semua dalam bentuk pengelolaan anggaran di lingkup Pemda Pasangkayu akan dilakukan pengawasan.

“Iya, tidak hanya pengelolaan anggaran di OPD saja, tetapi pada pengelolaan anggaran di desa yakni ADD dan di sekolah dana BOS kami akan lakukan pengawasan dan perbaikan administrasi,” tambahnya. (Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya