Bupati Hadiri Pesta Nelayan Lingkungan Tanangan Majene

05 January 2020 15:43
Bupati Hadiri Pesta Nelayan Lingkungan Tanangan Majene
Pesta syukuran hajatan laut masyarakat nelayan peisir laut Tanangan dihadiri sekitar 400 orang di Lingkungan Tanangan, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar. (Abner/Trans89.com)
.

MAJENE, TRANS89.COM – Pesta syukuran hajatan laut masyarakat nelayan peisir laut dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Tanangan dihadiri sekitar 400 orang di Lingkungan Tanangan, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (5/1/2020).

Dalam sambutan Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan kegiatan ini rangkaian syukuran nelayan yang kita hadiri saat ini merupakan wujud rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan reskinya kepada para nelayan yang ada di Lingkungan Tanangan.

“Saat ini berkumpul para nelayan Tanangan, dimana kita ketahui bersama bahwa banyak warga Tanangan yang berprofesi nelayan, mereka mencari nafkah keluar dari perairan Majene, itu karena sumber daya manusia (SDM) Nelayan kita memang sangat mumpuni,” kata Fahmi.

Menurutnya, dari perusahaan Muabadalah biasa, nelayan kita mendapatkan bantuan rumpon bagi para nelayan.

“Terkait masalah kebijakan terhadap pengadaan mesin nelayan, kami hanya diberi wewenang 5 GT ke bawah, dan ini biasanya hanya dapat diberikan kepada jenis perahu kecil. 5 GT hingga 15 GT itu menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar,” tutur Fahmi.

Ia menjelaskan, masalah perikanan tangkap juga dibatasi ruang gerak kita di kabupaten, dimana kita diberikan kewenangan kepada kabupaten adalah budidaya ikan laut dan ikan air tawar.

“Bila budidaya ikan laut ini kita geluti dengan serius, ini akan sangat memberikan hasil yang luar biasa, karena dalam pengembangannya dibuat penangkaran tersendiri. Bisa dibuat dengan luas 1 hektar (Ha) di laut dan kedalaman sekitar 30 meter (m) hingga 40 m kedasar laut dengan bibit ikan akan didatangkan dengan pengawasan dari tenaga ahli,” jelas Fahmi.

Dirinya menyampaikan, bila penangkaran ikan laut ini dapat dikerjakan di daerah kita, dirinya yakin akan banyak nelayan kita dapat turut serta bekerja seperti itu.

“Beberapa anak-anak nelayan kita saat ini ada yang putus sekolah, lantaran sudah bisa menghasilkan uang dengan jalan menjadi ‘Pandoro’ atau mengambil ikan langsung dari para nelayan yang baru pulang dari melaut, ini biasanya terjadi di daerah pesisir pantai yang dominan mata pencahariannya adalah nelayan,” papar Fahmi.

Fahmi menyebutkan, sementara program pemerintah itu, mengharapkan tidak ada lagi yang putus sekolah, dan yang sangat berperan di sini adalah para orang tua.

“Supaya jangan meleluasakan anak-anaknya sampai tidak pergi sekolah, karena merekalah nanti yang akan menjadi generasi pelanjut masa depan daerah kita. Bila memang ada keinginan untuk menggeluti profesi nelayan, dapat melanjutkan sekolahnya di SMK Kelautan Majene. Di sekolah ini akan didik menjadi tenaga kerja di bidang kalutan yang profesional,” imbuhnya. (Abner/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya