Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur di Bengkalis

05 January 2020 01:11
Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur di Bengkalis
Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur (Asmu) di lapangan Pokok Jengkol, Keluarahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. (Tony Wijaya/Trans89.com)

BENGKALIS, TRANS89.COM – Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur (Asmu) diikuti sekitar 100 orang peserta aksi dipimpin Zulkarnaen Panjaitan, terkait dugaan perlakuan diskriminasi pemerintah China di Xinjiang terhadap Muslim Uighur, di lapangan Pokok Jengkol, Keluarahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (4/1/2020).

Turut hadir di giat tersebut, Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam, Dewan Syuroh DPW FPI Bengkalis Selamet Simamora, Polres Kompol Nanda, Danramil Mandau Kapten Arh Sitorus dan Laskar Melayu Riau Bersatu (LMRB) Anwar.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur, Aksi Bersama Tabilgh Akbar longmar dari Simpang Pokok Jengkol-Sultan Syarif Qasim Kecamatan Mandau, Bengkalis. Putuskan hubungan Bilateral dengan China.

Orasi Zulkarnaen Panjaitan mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan membela saudara kita Muslim Uighur di Republik Rakyat China (RRC), aksi ini dilakukan untuk Umat Islam cinta damai dan mencintai seluruh umat beragama di dunia, dan diharapkan kepada pemerintah RRC agar memberikan kemerdekaan beribadah kepada umat Muslim Uighur.

“Kita turun menyuarakan kezaliman yang dilakukan rezim China kepada saudara-saudara se-Muslim kita di Xinjiang. Muslim Uighur adalah saudara kita yang patut mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan, sehingga tak ada siapapun yang bisa menzalimi mereka. Mudah-mudahan aksi solidaritas ini menjadi ikhtiar kaum Muslimin, bukan hanya di Kabupaten Bengkalis, tapi juga di Indonesia dan seluruh negara Muslim lainnya yang peduli terhadap saudara satu akidah Muslim Uighur,” kata Zulkarnaen.

Selanjutnya Selamet Simamora menuturkan, aksi ini kami lakukan untuk saudara seagama kami, karena Muslim Uighur di China yang sekarang ini terjadi penindasan dan penyiksaan, pelarangan beribadah, ini sudah sepantasnya kita bantu dan diharapkan pemerintah pusat selaku negara dengan para pemuka agama untuk melakukan investigasi dan melakukan pembebasan terhadap kaum etnis Uighur, agar Muslim Uighur dapat memiliki kebebasan dalam menjalankan agamanya.

“Aksi ini merupakan protes keras terhadap pemerintah RRC atau Tiongkok yang telah menzolimi umat Muslim. Kami meminta kepada pemerintah Indonesia yang dipimpin Pak Jokowi melalui jajarannya agar memutuskan hubungan bilateral dengan pemerintah China,” tutur Selamet.

Pernyataan sikap Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur (ASMU) Bengkalis, Zulkarnaen membacakan, mengutuk dan mengecam keras pemerintah RRC, masalah ini merupakan masalah HAM yang diinijak-injak RRC, pemerintah harus membawa permasalah ini kepada PBB, serta meminta kepada Presiden RI agar turut andil dalamm masalah ini, karena merupakan masalah internasional.

“Meminta kepada Bapak Presiden RI dan DPR untuk mendorong pemerintah RRC agar dapat didatangi oleh aktivis Islam. Pemerintah Indonesia harus mempunyai peran di plomatik menekan keras pemerintah China. Pemerintah Indonesia harus memutuskan hubungan diplomatik bilateral dengan RRC. Pulangkan orang China dari Indonesia. Menyampaikan kepada seluruh umat Islam agar tidak mudah terpengaruhi, sehingga memgakibatkan terpecah belah antar umat beragama,” sebut Zulkarnaen.

Kemudian dilakukan penyerahan pernyataan sikap Aksi Solidaritas Peduli Muslim Uighur Bengkalis terhadap Ketua DPRD, perwakilan Polres dan Danramil 04/Mandau.

Selain itu, penyerahan donasi solidaritas yang terkumpul oleh Front Pembela Islam (FPI) kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT). (Tony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya