Genpatra Unjuk Rasa di Pengadilan Tiikor Surabaya Desak Usut Tuntas Dugaan TPPU di Gresik

04 January 2020 16:23
Genpatra Unjuk Rasa di Pengadilan Tiikor Surabaya Desak Usut Tuntas Dugaan TPPU di Gresik
Aksi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) Gresik di kantor Pengadilan Tipikor, Jalan Raya Juanda, Kota Surabaya, Jatim. (Adi Nugroho/Trans89.com)
.

SURABAYA, TRANS89.COM – Unjuk rasa masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) Gresik diikuti sekitar 30 orang peserta aksi dipimpin Ali Candi, di kantor Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Raya Juanda, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (3/1/2020).

Aksi Genptra tersebut, mendesak pihak Pengadilan Tipikor Surabaya agar segera mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Sekda Kabupaten Gresik, Andy Hendro Wijaya dan pihak lain yang terlibat.

Massa aksi mebawa spanduk bertuliskan, jamaah koruptor Gresik tetap abadi jika penegak hukum tak bernyali untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra). Forkot Gresik/Forum Gresik.

Orasi Ali Candi menyampaikan, memberikan support kepada pihak Pengadilan Tipikor agar dalam penanganan kasus korupsi tidak tebang pilih.

“Kami mendesak pihak Tipikor agar segera menangkap Sekda Kabupaten Gresik, Andy Hendro Wijaya dan harus diadili sesuai hukum yang berlaku serta meminta kepada Hakim Tipikor agar transparan dan tidak menerima sogokkan dengan harapan hukum bisa ditegakkan,” papar Ali.

Ali menyebutkan, pemerintah harus tegas dalam penanganan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Andy Hendro Wijaya yang hingga saat ini belum juga ditahan.

“Kabupaten Gresik tidak akan maju apabila hukum tidak tegas, apalagi jika hukum dapat dibeli oleh para oknum koruptor yang telah memakan uang negara dan merugikan kemajuan bangsa,” sebut Ali. (Adi/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya