Berdasarkan Analisis Beban Kerja, Dinkes Mamasa Rekrut 900 Tenaga Medis

02 January 2020 15:15
Berdasarkan Analisis Beban Kerja, Dinkes Mamasa Rekrut 900 Tenaga Medis
Para tenaga medis yang ditempatkan di 17 kecamatan diwilayah Kabupaten Mamasa. (Andi Waris Tala/Tadius Sarrin/Trans89.com)

MAMASA, TRANS89.COM – Berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa optimis ditahun 2020 ini dengan semakin Berbenah.

Pasalnya, ditahun 2020 ini, sedikitnya 900 orang honor daerah akan ditempatkan di 17 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan 178 Pusat Pelayanan Terpadu (Pustu) di seluruh Wilayah Kabupaten Mamasa.

Rekruitmen 900 tenaga medis dan tenaga administrasi berdasarkan rencana kebutuhan yang diusulkan oleh 17 Puskesmas tersebar di 17 Kecamatan se-Kabupaten Mamasa.

Adapun persyaratan terhadap rekruitmen 900 tenaga honor daerah berdasarkan kompetensi Surat Tanda Registrasi (STR) dimiliki masing-masing tenaga honor yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi (Ukom).

Sekretaris Dinkes Mamasa, Amos Pampabone. (Andi Waris Tala/Tadius Sarrin/Trans89.com)

“Tenaga honorer yang belum mengantongi STR akan ditempatkan di bagian administrasi Dinkes dan Puskesmas yang ada,” kata Sekertaris Dinkes Mamasa, Amos Pampabone di Mamasa, Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk operasional (gaji) honorarium daerah sebanyak 900 orang sekitar Rp6 miliar lebih, bahkan mencapai angka hampir R7 miliar.

“Jumlah angka berkisar Rp7 miliar tersebut tidak diragukan lagi, sebab pembahasan dan pengesahan APBD Mamasa 2020 telah menjawab rencana kebutuhan anggaran (RKA) tenaga honor yang diajukan Dinkes ke bagian anggaran (Banggar) eksekutif maupun legislatif,” tutur Amos.

Ia menjelaskan, semuanya akan berjalan sesuai rencana, sebab postur APBD Mamasa tahun Anggaran 2020 sudah menjawab kebutuhan Dinkes.

“Kebutuhan tenaga medis mencakup bidan, perawat, dokter dan tenaga untuk bidang-bidang tertentu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas yang di rekrut berdasarkan analisis beban kerja masing-masing bidang didalamnya mencakup seluruh program Puskesmas yang mengajukannya,” jelas Amos.

Dirinya menyampaikan, mereka (tenaga honor) yang berkompetensi ditempatkan sesuai kompetensinya, sebaliknya yang belum memiliki sertifikat kompetensi akan ditempatkan untuk menghandel administrasi di masing-masing unit kerja.

“Pokoknya, ditahun 2020 ini Dinkes optimis semakin berbenah dalam misi pelayanan medis. Semoga tahun-tahun selanjutnya, pelayanan medis wilayah kerja Dinkes Mamasa semakin memperlihatkan kemajuan yang signifikan,” papar Amor.

Amos menyebutkan, namun di balik itu, Dinkes tetap mengharapkan perhatian serius Pemda Mamasa dalam hal pembangunan infrastruktur penunjang seperti akses jalan yang Memadai.

“Jika akses jalan penghubung kecamatan ke ibukota kabupaten benar-benar memadai, maka aktivitas pelayanan medis secara otomatis juga semakin memadai,” sebutnya.

Amos mencontohkan sulitnya evakuasi dalam bentuk penangananterhadap pasien rujukan dari Puskesmas ke RSUD karena terkendala dengan adanya titik-titik jalan yang belum tertangani secara maksimal.

“Olehnya itu, kami mengharapkan untuk meningkatkan pelayanan medis di eeluruh wilayah kerja Dinkes Mamasa dibutuhkan kerjasama oleh seluruh pihak, khususnya instansi terkait, agar satu sama lain dapat berjalan sesuai program pemerintah pusat dan daerah. Jika insfrastruktur penunjang semua terbenahi, maka sektor kesehatan di Mamasa juga terbenahi,” demikian Amos. (AWT/Tadius/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya