Peduli Uighur, Massa FUI Unjuk Rasa di Kantor DPRD Cianjur

28 December 2019 04:21
Peduli Uighur, Massa FUI Unjuk Rasa di Kantor DPRD Cianjur
Aksi damai Forum Umat Islam (FUI) Cianjur peduli muslim Uighur, berlangsung di halaman Kantor DPRD Cianjur, Jalan KH R Abdullah Bin Nuh, Nagrak, Kabupaten Cianjur, Jabar. (Asep DS/Trans89.com)
.

CIANJUR, TRANS89.COM – Unjuk rasa Forum Umat Islam (FUI) Cianjur peduli muslim Uighur diikuti sekitar 350 orang peserta aksi dan koordinator lapangan (Korlap) Ustad Aang Muhyi, berlangsung di halaman Kantor DPRD Cianjur, Jalan KH R Abdullah Bin Nuh, Nagrak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Kamis (26/12/2019).

Elemen massa yang bergabung dalam FUI Cianjur, Front Pembela Islam (FPI), Lembaga Dakwah Front (LDF), Front Santri Indonesia (FSI), Mujahidah Pembela Islam (MPI).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, aksi solidaritas umat muslim Kabupaten Cianjur selamatkan Uighur. Menolak penjajahan terhadap muslim Uighur, karena itu adalah hak segala bangsa, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, selamatkan dan bebaskan muslim Uighur, menolak keras segala diskriminalisasi penindasan keyakinan beragama dan upaya genosida muslim Uighur.

Orasi Ustad Aang Muhyi mengatakan, seharusnya kami tidak perlu datang ke sini, tetapi kalian sebagai wakil rakyat harus menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah atas (provinsi dan pusat) atar terjadinya dugaan pembantaian umat Islam di Uighur.

“Kami sudah melayangkan surat ke Polres maupun ke DPRD untuk melakukan audiensi, tetapi saat ini pintu gerbang DPRD ditutup dan dijaga oleh aparat. Kami bukan radikal, kami tidak akan rusak fasilitas pemerintah, kami tidak akan mengganggu apapun yang kami lihat, kami sedang bersatu menunjukkan kepedulian kami kepada saudara-saudara kami di Uighur,” kata Ustad Aang.

Menurutnya, apabila saudara kita dibantai, disakiti, maka kita sebagai umat Islam harus merasakan sakit dan ini adalah bentuk dari kepedulian kita kepada saudara kita yang terzolimi.

“Kalian adalah wakil rakyat yang dibayar oleh rakyat. Seharusnya kalian yang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah sebagai wakil rakyat. Darah kami sudah mendidih melihat saudara kami disiksa, dibantai, dihina di Uighur. Kami di sini di Cianjur ini ribuan, mungkin ratusan ribu warga, China jangan pancing kami marah. Kami akan menunjukkan solidaritas kami kepada saudara-saudara muslim China dengan berdiri ditempat ini sampai anggota DPRD Cianjur mau untuk menemui kami beraudensi,” tutur Ustad Aang.

Ustadz Arif Gumilar Ar Rasyid menyatakan, tidak ada sejarahnya FPI Kabupaten Cianjur membuat makar di daerah Kabupaten Cianjur. Siapapun yang melarang kita untuk masuk kedalam Gedung DPRD Cianjur, maka kita memohon kepada Allah SWT untuk dibinasakan.

“Ini adalah penjajahan negara China terhadap umat muslim sedunia. Banyak para Ulama jahat yang membackup para bos-bos China. Mudah-mudahan, semoga Ulama jahat dimatikan oleh Allah SWT, karena derita muslim Uighur adalah derita kita juga,” ujar ustad Arif.

Massa aksi diterima diruang rapat gabungan oleh anggota DPRD Cianjur Asep Yatman, Kasat Intelkam Polres Cianjur AKP Jaenudin, Kasat Binmas Polres Cianjur AKP Achmad Supriyatna, Kepala Badan Kkesbangpol Cianjur Dadan Ginanjar, sementara perwakilan massa aksi Ketua DPW FPI Cianjur Habib Hud Al Idrus, Sekretaris Majelis Dzikir Safinatunajah Ustadz Arif Gumilar Ar Rasyid.

Sekretaris Majelis Dzikir Safinatunajah, Ustadz Arif Gumilar Ar Rasyid mengatakan, kami melaksanakan aksi ini adalah sebagai bentuk kepedulian umat Muslim di Indonesia terhadap penderitaan umat muslim Uighur di China.

“Kami menuntut kepada pemerintahan pusat terutama kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar mempertanyakan penindasan umat muslim Uighur tersebut kepada negara China. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, yang mana Indonesia harus berperan aktif menunjukkan kepada dunia terutama kepada China agar menuntut keadilan terhadap penindasan umat muslim Uighur di China,” kata Ustad Arif.

Dirinya meminta agar pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas kepada Komnasham PBB untuk menuntut kejahatan negara China atas dilakukannya penindasan terhadap muslim Uighur di China. Inilah kepedulian kami dengan ketidakadanya rasa keadilan terhadap umat Muslim yang ada didunia.

“Kami mendesak DPRD Cianjur untuk mendesak pemerintahan Indonesia agar membawa aspirasi kami untuk mencari langkah yang terbaik untuk menyelamatkan muslim Uighur di China. Pemerintah Indonesia itu kurang proaktif dalam menangani kejadian penindasan umat muslim didunia. Seperti di Rohingya dan saat ini adalah umat muslim Uighur di China. Kenapa setiap penindasan yang terjadi selalu menimpa umat muslim, seperti yang tidak ada harganya bagi nyawa orang muslim didunia. Agar DPRD Cianjur membuat statement ataupun pernyataan terhadap penindasan umat muslim Uighur di China,” pinta Ustad Arif.

Tanggapan anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Yatman menuturkan kalau dirinya akan menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD untuk membuat membuat surat pernyataan kepada pemerintahan pusat.

“Saya akan menyampaikan kepada Ketua DPRD untuk mumbuat surat pernyataan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk solidaritas terhadap penindasan umat Islam Uighur di China,” imbuh Asep.

Usai audiensi, massa aksi menuju Masjid Agung Jalan Siti Jenab, Pamoyanan, Kabupaten Cianjur. (Asep/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya