Bela Muslim Uighur, Massa di Ketapang Aksi di Perusaahan Milik Warga China

28 December 2019 04:33
Bela Muslim Uighur, Massa di Ketapang Aksi di Perusaahan Milik Warga China
Aksi bela muslim Uighur dari Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) ke PT Ketapang Industrial Park atau sering disebut PT BSM di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalbar. (Indra Batra/Trans89.com)
.

KETAPANG, TRANS89.COM – Unjuk rasa bela muslim Uighur dari Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) ke PT Ketapang Industrial Park (KIP) atau sering disebut PT BSM di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Aksi solidaritas untuk Uighur diikuti sekitar 100 orang peserta aksi dipimpin Ketua FPRK Ketapang Isa Ansari dan Darmawan, Jumat (27/12/2019).

Adapun tuntutan aksi bela muslim Uighur, Isa Ansari meminta hentikan pembantaian dan pembunuhan terhadap saudara kami umat Muslim Uighur dan bebaskan serta merdekakan Muslim Uighur sebagai negara yang berdaulat.

“Usir Duta Besar (Dubes) China yang ada di Indonesia dan putuskan hubungan Bilateral dengan pemerintah rezim Komunis China. Putuskan hubungan perdagangan dengan pemerintah rezim Komunis China. Usir semua tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari China juga semua investor yang berasal dari China,” pinta Isa.

Ia menyebutkan, dari semua tuntutan yang telah di sampaikan, agar hal ini segera ditindaklanjuti secara cepat dan serius.

“Jika tuntutan kami tidak di tanggapi dalam waktu satu minggu, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar dan kami akan mengusir semua TKA China yang ada di Kabupaten Ketapang,” sebut Isa.

Isa juga menegaskan, aksi bela Muslim Uighur ini memang sudah direncanakan dilakukan di depan perusahan milik warga negara Republik Rakyat China (RRC) ini, tepatnya di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Delta Pawan.

“Memang banyak yang bertanya, kenapa harus melakukan aksi di perusahaan itu, bukannya di kantor pemerintah atau bukan milik pemerintah China. Kami jelaskan, karena di Ketapang tidak ada Kedutaan Besar (Kedubes) China,” tegas Isa.

Menurutnya, PT KIP atau PT BSM telah dianggap representatif atau cukup mewakili pemerintah China.

“Perusahaan ini sempat berkeinginan kuat untuk membangun Kantor Polisi Bersama pada 2018 lalu,” tutur Isa.

Selain itu kata Isa, dulu sempat kami demo, kenapa sebuah perusahaan swasta sangat berani untuk membuat Kantor Polisi Bersama jika tidak ada campur tangan pemerintah China, karena demikian, maka kami sangat yakin sekali perusahaan ini dapat menyampaikan tuntutan kami langsung ke pemerintahnya.

“Pada intinya, kami meminta agar segera menghentikan penyiksaan terhadap Muslim Uighur, meminta agar ada pembebasan dan memerdekakan Muslim Uighur sebagai negara yang berdaulat dengan nama Turkistan Timur,” kata Isa.

Isa Ansari meminta untuk masuk ke dalam kantor guna menyerahkan tuntutan dan selanjutnya 10 orang perwakilan masuk ke kantor PT BSM diterima oleh HRD PT BSM, Iyan untuk menyerahkan tuntutan aksi bela Muslim Uighur. (Indra/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya