Aksi Solidaritas Aliansi Umat Islam Untuk Muslim Uighur Depan Konjen China di Surabaya

28 December 2019 04:37
Aksi Solidaritas Aliansi Umat Islam Untuk Muslim Uighur Depan Konjen China di Surabaya
Aksi solidaritas untuk Muslim Uighur dari Aliansi Umat Islam Surabaya (AUIS) depan Konjen RRC, Jalan Mayjen Sungkono, Kota Surabaya, Jatim. (Awin D/Trans89.com)
.

SURABAYA, TRANS89.COM – Aksi solidaritas untuk Muslim Uighur dari Aliansi Umat Islam Surabaya (AUIS) diikuti sekitar 750 orang peserta aksi dipimpin Ari Noufal depan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat China (RRC), Jalan Mayjen Sungkono, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (27/12/2019).

Massa aksi membentangkan spanduk dan poster bertuliskan, save Uighur, save Muslim Uighur, Uighur menjerit, pray for Muslim Uighur (berdoalah untuk Muslim Uighur), Komunis jangan coba-coba bangkit dan macam-macam di Kota Surabaya, kami bersama Muslim Uighur, putus hubungan diplomatik dengan China, stop genosida Muslim Uyghur, RRC is terorism.

Orasi Ustadz Ali Umar mengatakan, kita melakukan aksi bela Uighur adalah hanya karena Allah bukan karena manusia. Ketika umat Islam mengakui Al-Quran sebagai kitabnya, maka antar kita dan Muslim Uyghur adalah satu saudara.

“Kasus Uighur menunjukkan bahwa yang radikal adalah Komunis. Jika dibutuhkan, maka kita siap berangkat berjihad untuk datang ke Uighur. Kita doakan untuk Muslim Uyghur, agar selalu diberikan kekuatan. Umat Islam diseluruh dunia harus satu suara usir China,” kata Ustadz Ali.

Ustadz Miftakhul Hay menuturkan, hari ini adalah pembuktian kepada Allah, bahwa umat Muslim adalah satu tubuh dan satu darah. Kedzaliman dan penistaan akan terus berlangsung jika tidak segera di hentikan.

“Kedzaliman akan berhenti jika umat Islam memiliki pelindung, pelindung bagi umat Islam adalah Khilafah. Khilafah bukan hal yang menakutkan, Khilafah adalah ajaran Islam. Semua persoalan di Uighur hanya akan bisa diselesaikan dengan Khilafah dan Islam adalah satu-satunya solusi untuk Uighur. Dengan khilafah kita bela simbol – simbol Islam,” tutur Ustadz Miftakhul.

Ustadz Fuadi Al Syamsi menyebutkan, ketika umat Islam ada saudara yang disakiti maka kita harus kita bela, dan jika ada Muslimah yang di lecehkan, sudah sepantasnya dikirim pasukan tempur untuk menghancurkan Komunis China.

“Pemerintah China dengan melakukan penindasan terhadap Uighur berarti telah menabuh genderang perang. Untuk pemerintah Indonesia, jangan hanya karena China banyak berinvestasi, sehingga pemerintah Indonesia hanya berdiam diri. Indonesia jangan menjadi lemah, kita akan bersama Muslim Uighur. Jika Allah menginginkan, maka kita harus siap dengan menggerakkan harta dan diri kita untuk membela Uighur,” sebut Ustadz Fuadi.

Ustadz Hamzah Baya menjelaskan, kami membela Muslim Uighur karena kami adalah saudara seiman dengan Muslim Uighur. Hari ini kita mencintai saudara-saudara kita karena Allah. Kita keluar hari ini karena untuk membela Muslim Uighur.

“Kami tahu, bahwa kalian perwakilan pemerintah China tidak berada di tempat dan sedang berlibur di China. Kami tetap datang sebagai bentuk pembelaan terhadap Muslim Uighur meskipun hanya doa. Kaum Muslim mari kita serukan usir China dari Indonesia. Kami umat Islam di Indonesia siap mengorbankan jiwa dan raga untuk Muslim Uighur,” jelas Ustadz Hamzah.

Ustadz Azhari Dipo Kusumo menyebutkan, kita malu kepada Jenderal Sudirman jika kita tidak sampai peduli terhadap saudara kita di Uighur.

“Mari kita jadikan momen gerakan 212 sebagai pemersatu umat Islam dan bela umat Islam termasuk Uighur,” sebut Ustadz Azhari.

Ustadz Sukir menyampaikan, kita tidak butuh China, Komunis China telah melakukan kejahatan terhadap Muslim Uighur. Kita harus menutup semua kesempatakan kepada China yang ingin berkuasa di Indonesia. Kita harus menolak China di Indonesia.

“Kita sebagai umat Islam harus bersatu padu, salah satunya dengan tidak membeli barang atau produk dari China. Kita tegakan Khilafah Islamiyah. Semoga Muslim Uighur selalu diberikan kekuatan,” papar Ustadz Sukir.

Ustadz Muzamil mengungkapkan, kita kesini semata-mata panggilan jihad, mari kita perkuat langkah untuk membela Muslim Uighur, jika pemerintah memberikan fasilitas berangkat ke Uighur kita siap jiwa dan raga demi Islam.

“Hari ini mari kita sisihkan harta kita untuk membantu Muslim Uighur. Semoga kedzaliman Komunis China terhadap Muslim Uighur mendapat azab dari Allah SWT. Mari kita membelanjakan harta-harta kita ke toko-toko tetangga kita, jangan ke Indomart dan Alfamart. Mari kita perkuat ekonomi kita,” ungkap Ustadz Muzamil.

Ustadz Haris menyatakan, ada tiga masalah untuk menyelesaikan kemungkaran, termasuk untuk Muslim Uighur, yaitu kita mendoakan agar dihancurkan umat kafir yang menista umat Islam.

“Kita menyeru penguasa-penguasa Muslim untuk melakukan pembelaan terhadap Muslim Uighur dengan memberikan fasilitas kepada penguasa Muslim untuk memberangkatkan pembela Muslim. Yang ketiga adalah umat Islam akan menyusun kekuatan dengan menegakan Khilafah. Kita harus sadar, banyak kejadian seperti di Uighur, maka kita butuh Daulah Khilafah,” ujar Ustadz Haris.

Ustadz Carlos Abu Hamzah mengatakan, dengan kita memakai peci kaum Uighur, itu berarti kita telah membantu Muslim Uighur dan Muslim lainnya yang tertindas.

“Saat umat Islam di tuduh sebagai radikal dan intoleran, itu adalah tidak benar, Islam tidak pernah memaksa orang untuk masuk Islam, ini menunjuk Islam adalah toleran.
Tetapi jika ada yang menantang Islam, maka kita butuh pemerintahan Islam dan kita siap melakukan jihad fisabilillah dan akan kita lawan mereka yang menindas umat Islam termasuk Komunis. Silahkan kaum Komunis hari bergerak maka kita akan siap melawan. Mereka yang semena-mena adalah Komunis China, Israel, Burma, mereka ini yang intoleran, mereka ini adalah musuh Islam,” kata Ustadz Carlos.

Ustadz Muhammad menyampaikan, pemerintah Komunis China telah melakukan penindasan terhadap Muslim Uighur dengan melakukan penyiksaan dan pemerkosaan terhadap Muslim Uighur.

“Jangan mengaku sebagai umat Islam jika tidak peduli terhadap saudara-saudara kita Muslim Uighur. Kita harus selalu siap bela Islam, siap bela Uighur. Mari kita doakan Muslim Uighur, kita sebarkan kondisi Muslim Uighur. Kita umat Islam harus siap berkorban, siap bela sesama saudara Muslim Uighur,” papar Ustadz Muhammad.

Ustadz Furqon Azizi menyerukan kepada umat Muslim untuk membela kaum Uighur. Mendoakan kepada kaum Muslimin Uighur agar kuat.

“Kita sebagai Muslim jangan hanya diam, kita harus melakukan pembelaan meskipun hanya dengan doa,” ajak Ustadz Furqon.

Zein Ahmad meminta kepada pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas.

“Kita sebagai umat Muslim harus siap berjihad dan siap berangkat ke Uighur,” tegas Zein.

Rizky juga menyerukan kepada umat Islam untuk bersama-sama berjuang dan berdakwah membela Muslim Uighur.

“Jika ada yang mengatakan bahwa kejadian di Uighur adalah tidak benar, itu adalah bohong,” tegas Rizky.

Massa aksi meninggalka Konjen RRC kembali titik kumpul di Islamic Center Kota Surabaya. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya