Aksi Bela Uighur Depan Kedubes China, Hadirkan Perwakilan Muslim Uighur

28 December 2019 04:44
Aksi Bela Uighur Depan Kedubes China, Hadirkan Perwakilan Muslim Uighur
Aksi massa gabungan elemen ormas Islam yang mengatasnamakan Solidaritas Aksi Bela Uighur depan Kedubes RRC, Jalan Lingkar Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. (Andre Handrianto/Trans89.com)
.

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa massa gabungan elemen ormas Islam yang mengatasnamakan Solidaritas Aksi Bela Uighur diikuti sekitar 2.000 orang peserta aksi dipimpin KH Abdul Khodir depan Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Rakyat China (RRC), Jalan Lingkar Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

Elemen massa yang tergabung dalam aksi bela Uighur, Bang Japar, Brigade 212, Pecinta Choirunisa, Pengacara dan Jawara Bela Umat (Pejabat), Guru Besar Banten, LPI (Laskar Pembela Islam), FPI (Front Pembela Islam), PTDII (Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia), Getas (Gerakan Emak Militan Sedunia), Majelis Pembela Rasulullah, PHB (Pecinta Habib Bahar), Gerakan Masyarakat Arus Bawah, Jawara Betawi, MPI (Mujahidah Pembela Islam), Rombongan Jamaah Liar (Rojali).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, save Muslim Uighur goverment of China is zionis (selamatkan Muslim Uyghur, pemerintah China adalah zionis), Aksi Bela Muslim Uighur, shame on you China for snatching freedom of Uighur (malu pada Anda Cina karena merebut kebebasan Uighur), over one million Uighur arbitrarily detained in China Indonesia mist speak up (lebih dari satu juta orang Uighur ditahan secara sewenang-wenang di China, Indonesia takut berbicara), save Uighurs children now (selamatkan anak-anak Uighur sekarang), free Muslim Uighur from China detention camp (bebaskan Muslim Uighur dari kamp penahanan China), hello human rights are you dead in Uighur (halo hak asasi manusia, apakah kamu sudah mati di Uighur).

Orasi KH Fahrul Rozi mengatakan, kawan-kawan sekalian, kita datang kesini karena kita orang Islam, karena kita bersaudara dengan orang Islam dimana saja. Kalau ada yang disakiti, maka kita merasa sakit. Oleh karenannya, apa yang terjadi di China yang dilakukan oleh orang Tiongkok, makanya kami tidak rela.

“Kami meminta Duta Tiongkok menerima kita untuk melakukan audensi dengan kita supaya Uighur bisa terselamatkan. Kita sadar, Presiden Indonesia orang Islam, Wakil-nya orang Islam, aparatnya mayoritas Islam, maka kita pantas untuk tersinggung atas perbuatan perilaku China,” kata KH Fahrul.

Habib Muhsin Alif Allatas mengucapkan Alhamdulillah pada siang hari ini kita aksi di depan Duta Besar (Dubes) China. Mereka adalah biadab yang suka membantai orang orang Islam di Uighur karena mereka tidak punya agama.

“Kami siap berperang melawan anda, siap melawan China. Apabila tidak ada perlakuan baik kepada Uighur, maka kita usir Kedubes China,” ucap Habib Muhsin.

Ia meminta bebaskan Muslim Uighur dari kekerasan zionis China. Ayo kita selamatkan Muslim Uighur di China rekan-rekan. Kita perihatin dengan adanya penganiayaan, pembantaian dan pembunuhan terhadap Muslim Uighur yang ada di China.

“Indonesia yang merupakan Muslim terbesar didunia harus cepat merespon dan tunjukan sikapnya atas kejadian penyiksaan dan pembunuhan Muslim Uighur di China. Kita Indonesia punya budaya yang baik terhadap sesama umat antar agama, tapi kita tidak tahu di China itu ada budaya seperti di Indobesia tidak,” tanya Habib Muhsin.

Ustad Asep Saifudin menuturkan, didepan kita berdiri dengan kokoh kantor gedung Kedubes Cina. Berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, bahwasannya pemerintah Indonesia diamanatkan dalam hal ini Jokowi dan Maruf Amin menjaga ketertiban dunia, menolak semua bentuk penindasan.

“Jika Jokowi-Ma’ruf konsisten melaksanakan konsitusi kita, kita tikda perlu kemari. Seharusnya presiden yang meminta orang China untuk angkat kaki dari Indonesia. Masalahnya, Presiden kita tidak berani. Oleh karena itu, saya minta kepada pihak kepolisian untuk kami dapat berkomunikasi kepada Kedubes China. Barusan ulama kita dipermainkan oleh orang Kedubes Cina. Kami datang baik-baik, tetapi mereka mencoba untuk membolak balikkan fakta, apabila aksi kami saat ini tidak ditanggapi oleh pihak Kedubes China, maka kami mengeluarkan statemen, kita tetap bertahan di sini,” ancam Ustad Asep.

Selanjutnya masa aksi melaksanakan sholat Ashar berjamaah depan Kedubes China walau situasi hujan lebat.

Usai sholat Ashar berjamaah, dilanjutkan orasi Habib Novel menyebutkan, hari ini kita kumpul tak lain tak bukan seperti tahun kemarin. Tahun kemarin 21 Desember kita juga turun menuntut China agar membebaskan Muslim Uighur.

“Hari ini kita kembali tidak ada perubahan, tapi sekarang jelas mereka menantang kita untuk negosiasi. Komunis tidak kenal agama, ini negara Indonesia, wajib anda hormati umat Muslim, wajib anda hormati UUD 1945. Kalau mereka tidak mau juga membebaskan sudara kita, apa boleh buat, kepala buat kaki, kaki buat kepala, kita ikut komando ulama sampai titik darah penghabisan,” sebut Habib Novel.

Ustad Sobri Lubis menyampaikan, Indonesia sangat anti dengan penjajah, sebagai satu keyakinan satu komintmen babhwa rakyat Indonesia anti dengan penjajah, iu amanat UUD 1945 menjaga kedaulatan bangsa Indonesia, tetapi kenapa masih ada penjajahan di Indonesia.

“Rezim ini makin hancur dari segi kualitas, rakyat harus segera bangkit dan menegakan kedaulatan rakyat. Khilafah tidak melanggar Pancasila dan justru Khilafah-lah yang melekat dalam Pancasila dan UU di Indonesia,” papar Ustad Sobri.

Orasi perwakilam Muslim Uighur Said Turtub menceritakan kondisi umat muslim Uighur di Cina dan mengucapkan salam kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan mengungkapkan, kami umat Muslim Uighur menyatakan terimakasih kepada umat Muslim di Indonesia atas dukungannya selama ini kepada umat Islam di Uighur.

“Terima kasih saudaraku di Indonesia karena kalian memberikan perhatian kepada Uighur. Walaupun warga dunia terdiam tapi kalian tetap menyuarakan suara kalian,” ujar Said perwakilan Uighur yang diartikan melalui bahasa Indonesia.

Menurutnya, apa yang dilakukan umat muslim yang melakukan aksi tidak hanya mewakili umat Muslim di Indonesia tapi juga di dunia. Ia pun menceritakan bagaimana kondisi yang dialami umat muslim Uighur di China, dimana pemerintah China memotong seluruh jaringan komunikasi dan membuat umat Muslim Uighur tak bisa menghubungi keluarga.

“Mereka (pemerintah China) berusaha menghilangkan bangsa Uighur dari sana. Kami berharap dengan adanya aksi yang dilakukan umat Muslim di Indonesia, maka dunia bisa melihat kekejaman terhadap umat Muslim Uighur. Mudah-mudahan Muslim Uighur terbebas dari China,” tutur Said perwakilan Uighur.

Said juga menyinggung data PBB yang menyebutkan ada 1 juta warga Muslim Uighur yang berada di kamp pengungsian. Namun ia membantah dan menyebut ada sekitar 5 juta warga Muslim Uighur ada di kamp pengungsian.

“Free Uighur, go a head China, komunis China, fasis China,” katanya sambil diikuti peserta aksi.

Hasil koordinasi dan mediasi aparat kepolisian menyampaikan kepada massa aksi, bahwa pihak Kedubes RRC bersedia menerima perwakilan tetapi diluar Kedubes, sehingga massa aksi tidak bersedia kalau di terima di luar kantor Kedubes RRC. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya