Aliansi Masyarakat Minang Sumbar Aksi Solidaritas Muslim Uighur

25 December 2019 01:15
Aliansi Masyarakat Minang Sumbar Aksi Solidaritas Muslim Uighur
Aksi solidaritas Aliansi Masyarakat Minang (AMM) Sumbar berlangsung long march dari Masjid Raya menuju kantor Gebernur Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. (Desmon/Trans89.com)
.

PADANG, TRANS89.COM – Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Minang (AMM) Sumatera Barat (Sumbar) diikuti sekitar 75 orang peserta aksi dipimpin Yunasdi.

Aksi solidaritas ini dilaksanakan dugaan penindasan dan kekerasan China terhadap masyarkat Muslim Uighur yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan berlangsung long march dari Masjid Raya menuju kantor Gebernur Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Selasa (24/12/2019).

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, Aliansi Ormas Aswaja Sumbar berduka atas kasi biadap China Komunis pada Muslim Uighur. DPW FPI Padang tuntut ketegasan pemerintah atas kezaliman rezim Komunis China pada Muslim di Xinjiang. DPD FPI Sumatera Barat menuntut keadilan bagi Muslim Uighur.

Sementara pamplet bertuliskan, Indonesia mengutuk penyiksaan rezim pada Muslim Uighur. Merdekakan Uighur atau usir Dubes China dan putuskan diplomasi. Uighus sanak Urang Minang. Segala bentuk penjajahan harus dihapuskan. Naik haji untuk nyaleg, foto shalat saat pilpres, apa gunanya jika anda bungkam pada kezoliman kebiadaban pada Uighur.

Peserta aksi Bekumpul di halaman Masjid Raya Sumbar. Sebelum massa aksi berangkat, terlebih dahulu diberikan arahan oleh Kapolsek Padang Utara, agar peserta aksi untuk dapat membuat dua barisan, sehingga tidak menggangu pengguna jalan yang lain, sedangkan kegiatan dari peserta aksi akan dikawal oleh petugas dari Kepolisian sampai ke Kantor Gubernur.

Setibanya masssa aksi di depan Kantor Gubernur Sumbar, melakukan orasi diatas mobil pick up warna putih, Yunasdi mengatakan, kita berada disini untuk memperjuangkan saudara-saudara kita yang ada di China yaitu masyarakat Uihgur yang mana disana mereka diduga disiksa, dianiaya, diperkosa dan juga dimurtadkan.

“Dimana disana mereka tidak dapat melaksanakan ibadah dengan bebas. Mereka disana sebagai masyarakat minoritas namun tidak dapat hidup bebas dan nyaman oleh orang mayoritas,” kata Yunasdi.

Menurutnya, disini minoritas selalu dilindungi dan juga dijaga. Mari kita umat muslim bersatu dan melawan penindasan ini.

“Seandainya China tidak menghentikan perbuatannya kepada saudara-saudara kita di Uihgur, maka kita sepakat meminta pemerintah untuk memboikot seluruh produk China,” tutur Yunasdi.

Selanjutnya massa aksi lakukan doa bersama dan kembali ke Mesjid Raya dengan berjalan kaki dan dikawal oleh pihak Kepolisian. (Desmon/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya