Konferensi Pers Bea Cukai Denpasar Atas Hasil Barang Sitaan WNA Miliaran Rupiah

19 December 2019 15:46
Konferensi Pers Bea Cukai Denpasar Atas Hasil Barang Sitaan WNA Miliaran Rupiah
Konferensi pers tentang hasil penindakan kepabean dan cukai atas barang-barang yang masuk ke wilayah Bali berlangsung di halaman Kantor KPPBC TMP Ngurah Rai, Jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. (Riski/Trans89.com)
.

BADUNG, TRANS89.COM – Konferensi pers tentang hasil penindakan kepabean dan cukai atas barang-barang yang masuk ke wilayah Bali dan barang larangan berupa sediaan narkotika dipimpin Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Ngurah Rai, Himawan Indarjono didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Syaiful.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor KPPBC TMP Ngurah Rai, Jalan Airport Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (18/12/2019).

Acara dibuka Kepala BPPK Kemenkeu RI mewakili Menteri Keuangan, Rionald Silaban mengucapkan terimakasih atas kehadiran rekan-rekan yang tidak bisa sampaikan satu persatu.

“Kami sangat bangga atas capaian yang dilakukan oleh instansi terkait,” ucapnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran pada giat press conference hasil penindakan kepabean dan cukai.

“Jelang akhir tahun, Bea Cukai Ngurah Rai berhasil gagalkan enam upaya penyelundupan barang sediaan narkotika melalui barang bawaan penumpang dari luar negeri tujuan Bali,” ujar Himawan.

Menurutnya, penegahan dilakukan secara berturut-turut dari bulan November hingga Desember 2019 terhadap enam WNA (warga negara asing) yang kedapatan sembunyikan zat-zat terlarang tersebut setibanya di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Jenis sediaan narkotika yang diselundupkan dengan modus concealment oleh keenamnya terdiri atas sediaan ganja, kokain dan methamphetamine,” tutur Himawan.

Ia menjelaskan, penegahan pertama dilakukan pada 4 November 2019 terhadap seorang penumpang Hongkong Airlines dengan nomor penerbangan HX 709 rute Hongkong-Denpasar yang tiba pukul 01.15 WITA. Seorang pria, yang diketahui WN asal Switzerland berinisial RH (45), dicurigai saat akan melewati area pemeriksaan Bea Cukai, sehingga diatensi untuk diperiksa barang bawaannya melalui mesin X-Ray dan dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dalam pemeriksaannya, RH kedapatan menyimpan satu tabung bening terbungkus selendang merah yang berisikan potongan daun berwarna hijau di dalam koper hardcase hitam bertuliskan ATA yang diduga merupakan sediaan ganja dengan berat 1,65 gram netto. RH yang merupakan seorang perancang juga kedapatan menyimpan satu bungkusan kuning bertuliskan fleur du pays yang berisikan potongan-potongan daun berwarna cokelat yang disembunyikan dalam tas ransel cokelat miliknya yang bertuliskan supersac sport yang juga diduga sebagai sediaan ganja dengan berat 28.39 gram netto,” jelas Himawan.

Dirinya mengatakan, penegahan kedua dilakukan pada 6 November 2019 terhadap seorang penumpang Air Asia dengan nomor penerbangan FD 396 rute Don Mueang, Bangkok tujuan Denpasar yang tiba pada 12.46 WITA. Petugas mendapati penumpang pria berinisial PK (36) yang dicurigai saat akan melewati area pemeriksaan Bea Cukai, sehingga dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut.

“PK yang merupakan WN asal Thailand diperiksa petugas setelah diarahkan untuk melewati pemeriksaan mesin X-Ray. Petugas memeriksa lebih lanjut barang bawaan PK dan mendapati adanya kertas linting bertuliskan RAW yang disimpan di antara pakaiannya. Atas temuan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan badan di ruang pemeriksaan. Atas pemeriksaan tersebut, PK yang merupakan seorang sales manager kedapatan memiliki satu kemasan plastik bening berisi potongan daun berwarna hijau yang disembunyikan di dalam celana dalam yang sedang dikenakannya. Potongan-potongan daun hijau tersebut diduga sediaan narkotika jenis Ganja dengan berat 20,26 gram brutto atau setara dengan 17,76 gram netto,” kata Himawan.

Hiamawan menyampaikan, penegahan ketiga dilakukan terhadap penumpang wanita berinisial RTEY yang datang menggunakan penerbangan maskapai Scoot dengan nomor penerbangan TR 288 dengan rute penerbangan Singapura-Denpasar yang tiba pukul 19.00 WITA pada 14 November 2019. RTEY datang ke area pemeriksaan Bea Cukai dikawal oleh petugas Imigrasi.

“Petugas Imigrasi melaporkan bahwa RTEY kedapatan memiliki benda mencurigakan pada passpornya saat diperiksa di area Imigrasi. Atas laporan tersebut, petugas Bea Cukai Ngurah Rai menindak lanjuti temuan tersebut dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap RTEY yang diketahuhi bekerja di bidang finance kedapatan memiliki satu plastik klip bermotif waru yang berisikan serbuk putih dengan berat 0,7 gram brutto atau setara dengan 0,35 gram netto yang tersimpan pada passpornya. Temuan serbuk putih tersebut kemudian diuji di laboratorium Bea Cukai Ngurah Rai dan terbukti merupakan positif sediaan narkotika jenis kokain,” paparnya.

Himawan juga menyebutkan, penegahan keempat dilakukan terhadap penumpang pria berinisial PMVV yang datang dengan maskapai penerbangan Thai Airways nomor TG 431 rute Bangkok-Denpasar yang tiba pada 27 November 2019 pukul 15.00 WITA. Petugas mencurigai seorang penumpang WNA yang akan melewati area pemeriksaan Bea Cukai, sehingga diarahkan untuk melewati pemeriksaan mesin X-Ray.

“Penumpang pria berinisial PMVV (57) tersebut diperiksa lebih lanjut barang bawaannya oleh petugas. Dalam barang bawaannya, PMVV yang merupakan seorang pebisnis asal Chile kedapatan memiliki satu botol kaca berisi cairan bening yang disembunyikan di dalam kaus kaki yang tersimpan pada tas jinjing warna hitamnya. Cairan bening tersebut diduga mengandung sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan total berat 77,26 gram brutto,” sebut Himawan.

Lanjut Himawan, penegahan kelima dilakukan terhadap WN asal Hongkong berinisial PKH (43) yang menyelundupkan sediaan narkotika dalam dinding koper. PKH diketahui datang dengan maskapai penerbangan Thai Lion Air dengan nomor penerbangan SL258 rute Bangkok, Don Mueang – Denpasar pada 4 Desember 2019 sekitar pukul 20.30 WITA. Sama dengan penegahan sebelumnya, PKH diatensi untuk diperiksa lebih lanjut ke pemeriksaan X-Ray. Petugas mencurigai hasil pencitraan koper milik pria yang diketahui berprofesi sebagai karyawan swasta tersebut, sehingga dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat dilakukan pembongkaran, petugas menemukan 13 paket berisikan butiran kristal putih dengan berat total 3.230 gram brutto yang diduga sediaan narkotika jenis methampetamine yang disembunyikan dalam dinding-dinding koper hitam tanpa merek yang telah dimodifikasi. Penegahan terakhir dilakukan terhadap pria berinisial MCK (19) yang merupakan penumpang Malindo Air OD177 yang tiba pada pukul 22.30 WITA tanggal 12 Desember 2019 dengan rute Kuala Lumpur – Denpasar yang juga dicurigai saat akan melewati area pemeriksaan Bea dan Cukai,” tambah Himawan.

Selanjutnya Kepala Bea Cukai Denpasar, Abdul Kharis meyampaikan, data penindakan KPPBC TMP A Denpasar Tahun 2019, barang kiriman E – commerce dengan jumlah penindakan 588 barang dengan jenis pakaian, kosmetik, alat kesehatan, smart watch, perangkat elektronik seperti Handphone (HP), tablet dan latop.

“Nilai barang keseluruhan Rp8.207.491.410 dengan modus sporting pengiriman, salah pemberitahuan jenis barang, underinvpicing tidak melengkapi perizinan lartes,” papar Kharis.

Kharis mengatakan, untuk rokok, jumlah penindakan jenis tembakau jumlah 963.691 batang dengan nilai barang 963.691.000 dengan modus pelanggaran menjual rokok tanpa dilengkapi pita cukai. HPTLP atau vape, jumlah tindakan 21 jumlah, kerugian negara 156.465.992 dengan modus pelanggaran menjual liquid vape tanpa dilekati pita cukai secara online.

“Sementara minuman keras (miras), jumlah penindakan 30 dengan jenis barang, mena golongan B dan C potensi kerugian Rp345. 081.490. Modus pelanggaran menjual miras yang tidak dilekati dengan pita cukai yang tidak sesuai dengan ketentuan dan menjual miras tanpa dilengkapi ijin NPPBKC,” kata Kharis.

Kemudian Diresnarkoba Polda Bali, Kombes Ida Bagus Komang Ardika menerangkan, perlunya penekanan kepada seluruh instansi terkait dan masyarakat agar melaporkan apabila ada orang yang mencurigakan agar segera melaporkan ke kantor – kantor pemerintah.

“Terimakasih kepada pihak Bea Cukai selalu berkoordinasi dan kami siap bersama-sama menindak bagi penyalahgunaan barang-barang terlarang. Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat luas,” terang Kombes Ida.

Terakhir, Wakil Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi XI DPR RI ke Bali, Fathan mengatakan, tidak cuma – cuma kami datang kesini, sangat luar biasa pencapian yang dilakukan oleh para instansi terikat di Bali.

“Kami mengharapkan agar menjaga pulau Bali dari ancaman tentunya dari narkoba. Terimakasih juga untuk instansi terkait saling bahu membahu, bersama-sama memberantas pelaku-pelaku pengedar narkoba agar dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Fathan. (Riski/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya