Meriahkan Hari Jadi Polman Ke 60, Pemkab Gelar Festival Budaya

13 December 2019 16:29
Meriahkan Hari Jadi Polman Ke 60, Pemkab Gelar Festival Budaya
Pembukaan festival budaya dalam rangka memeriahkan HUT Polman di gedung Gadis Jalan Pancasila, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulbar. (Jo Alexander/Trans89.com)

POLEWALI MANDAR, TRANS89.COM – Pembukaan festival budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Polewali Mandar (Polman) ke 60 dihadiri sekitar 200 orang di gedung Gabungan Dinas (Gadis) Jalan Pancasila, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (12/12/2019) malam.

Sambutan Wakil Bupati (Wabup) Polman M Natsir Rahmat mengajak kepada hadirin untuk bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-NYA kepada kita sekalian, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat hadir bersama-sama mengikuti acara pembukaan festival budaya ke XV tahun 2019.

“Sebagaimana di pahami bersama, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan dari Sabang sampai Merauke, dimana budaya tersebut merupakan peninggalan dari nenek moyang kita yang semestinya pasti akan diturunkan kepada kita sebagai generasi penerus agar budaya itu tidak punah, akan tetapi, dalam kenyataannya banyak sekali generasi muda yang kurang peduli dengan budaya peninggalan nenek moyang tersebut.

Menurutnya, untuk itu perlu diadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya melestarikan nila-nilai budaya di dalam suatu masyarakat agar budaya yang kita miliki ini tidak punah. Dalam kondisi yang lebih spesifik, Kabupaten Polman merupakan suatu daerah yang didiami berbagai macam etnik, yaitu suku Mandar sebagai etnik mayoritas, etnik Bugis, Jawa, Makassar, Toraja serta sub etnik lainnya sepert Palil, Pattae, Pattinjo, Pannai dan Pitu Ulunna Salu.

“Keberagaman etnik tersebut menjadikan Kabupaten Polman sarat dengan nilai-nilai budaya lokal yang sangat luhur dan tak ternilai harganya. Sayangnya, kearifan nilai budaya lokal tersebut mulai tergeser oleh transformasi dan peradaban sosial, sehingga lambat laun akan mengalami kepunahan jika tidak sejak dini dilakukan revitalisasi terhadap nilai-nilai tradisi yang ada,” tutur Rahmat.

Ia menjelaskan, kecenderungan terjadinya pergesaran nilai-nilai budaya menuntut semua pihak untuk terlibat dalam pelestarian nilai-nilai budaya bangsa termasuk nilai nilai budaya lokal sebagai peyanggah nilai-nilai budaya nasional.

“Oleh karena itu, saya selaku Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Polman memberi apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang tetap konsisten melaksanakan kegiatan festival budaya sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya Polman,” jelas Rahmat.

Melalui kesempatan itu, dirinya juga berharap agar kegiatan festival budaya ini, selain bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Polman ke 60, juga dapat menjadi media untuk membangun animo generasi muda dalam menggali, mengenali dan memahami nilai-nilai budaya tradisi ke-Polman-an yang sarat dengan kearifan dan tata nilai yang khas.

“Saya menitipkan harapan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa pelaksanaan festival budaya yang telah memasuki tahun kelima belas sejak dilaksanakan tahun 2005 lalu, jangan hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremoni belaka, tetapi hendaknya setiap tahun dievaluasi pelaksanaannya terutama dalam hal sasaran dan manfaat yang telah dicapai. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia pelaksana festival budaya ke-XV, semoga kerja keras saudara dapat menjadi nilai ibadah dan hasilnya bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Polman,” imbuh Wabup Rahmat. (Jo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya