Penandatanganan Tapal Batas Desa Mappu dan Kalumpang di Kantor Bupati Mamuju

10 December 2019 01:02
Penandatanganan Tapal Batas Desa Mappu dan Kalumpang di Kantor Bupati Mamuju
Kantor Bupati Mamuju. (IST)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Rapat pertemuan dan penandatanganan berita acara tapal batas Desa Mappu, Kecamatan Bonehau dengan Desa Kalumpang, Kecamatan Kalumpang, dipimpin Asisten I Bidang pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mamuju, Tonga dihadiri sekitar 25 orang diruang rapat kantor Bupati, Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (9/12/2019).

Dalam sambutan Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Mamuju, Jumardi mengatakan, permasalahan ini menurut data sudah lama. Pertemuan kali ini kita membicarakan penegasan masalah desa.

“Apabila batas desa tidak ada titik temu, maka keputusan akan dikembalikan ke pemerintah kabupaten. Pertemuan hari ini harusnya terjadi 2016 lalu, tapi tidak ada sosialisasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mamuju, sehingga masing masih kita ini memiliki pendapat sendiri,” kata Jumardi.

Menurutnya, kami turun ke lapangan kemarin itu bukan penegasan, tapi pelacakan koordinat batas desa yang telah di sepakati oleh pejabat desa dan ditandatangani oleh bupati, krena batas Desa Mappu dan Kalumpang ini sudah ditentukan.

“Batas desa sudah ditentukan oleh Pemda Mamuju di peta maupun di lapangan. Dihimbau dari pihak PMD agar segera mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menjadi permasalahan lagi kedepannya,” tutur Jumardi.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat ini, kita akan memasang patok batas desa pada titik yang sudah ditentukan bersama-sama dengan Camat serta Kepala Desa (Kades) dari kedua bela pihak dengan mengundang Kapolsek dan Danramil.

“Hal ini agar masyarakat juga mengetahui serta tidak ada lagi yang mempermaslahkan hal ini,” jelas Jumardi.

Ditempat yang sama, Asiten I Setda Kabupaten Mamuju, Tonga menyampaikan pertemuan kita hari ini bukan lagi diskusi untuk meminta data dari kedua belah pihak, karena masalah ini seharusnya sudah selesai dari tahun 2016 lalu, jadi kami tidak panjang lebar menjelaskan.

“Kedua pihak bersepakat menyerahkan kepada pemda dalam hal ini bapak bupati untuk memutuskan batas kedua wilayah desa. Karena ini hanya batas administrasi dan tidak ada hubungannya dengan batas adat,” paparnya.

Tonga menyebutkan, setelah kemarin kita melakukan pelacakan batas, kita sudah menemukan semua titik yg sudah di tentukan tersebut.

“Kita tinggal berkoordinasi, agar bagaimana pengaturan untuk membangun tanda dari batas-batas desa seperti gerbang dan sebagainya,” sebutnya.

Kemudian Kapolsek Kalumpang, Iptu BP Sihombing berharap ini segera terselesaikan, karena kami dari kepolisian hanya bertugas mengawasi dan mengamankan.

“Bersama sama kita berusaha bagaimana agar masalah ini tidak menjadi masalah yang berkepanjangan. Karena yang berwenang menentukan batas ini adalah dari Pemkab Mamuju,” imbuhnya.

Hadir digiat tersebut, Kasubag Bidang Pemerintahan Pemkab Mamuju Nuraulia Rahman, Camat Kalumpang Abram, Camat Bonehau Alexander Patolla, Kades Kalumpang Apriono S Paindan, Kades Mappu Cahyadi Yohan Kalipung dan mantan Kades Mappu Leunard. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya