Forum Pembela Islam Sulbar Gelar Aksi Damai Bela Nabi dan Bela Islam

09 December 2019 04:00
Forum Pembela Islam Sulbar Gelar Aksi Damai Bela Nabi dan Bela Islam
Aksi damai Bela Nabi dan Belas Islam dari Forum Pembela Islam Sulbar, berlangsung di depan Anjungan Pantai Manakarra, Jalan Yos Sudarso, Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulbar. (Bagus/Trans89com)
.

MAMUJU, TRANS89.COM – Aksi damai Bela Nabi dan Belas Islam dari Forum Pembela Islam Sulawesi Barat (Sulbar) diikuti sekitar 30 orang peserta aksi dipimpin Abdul Khaliq S Taufik, berlangsung di depan Anjungan Pantai Manakarra, Jalan Yos Sudarso, Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Minggu (8/12/2019).

Massa aksi membawa Bendera Ar Rayya dan Al Liwah dengan bertuliskan kalimat Tauhid, spanduk bertuliskan aksi damai Bela Nabi dan Bela Islam, serta mobil komando Nomor polisi lengkap soundsistemnya.

Massa aksi juga membagikan selembaran pernyataan sikap dan dibacakan, Abdul Khaliq S Taufik menyampaikan, pernyataan Sukmawati termasuk kategori melecehkan Nabi Muhammad SAW dan layak untuk untuk diproses secara hukum oleh kepolisian, begitupun dengan Permadi Arya alias Abu Janda yang terkategori melecehkan Islam.

“Dalam pandangan Islam, pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW adalah perbuatan haram bahkan bisa mengantarkan seseorang keluar Islam,” kata Khaliq.

Dirinya menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam untuk senantiasa bersatu. Islam adalah agama yg diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, yakni ketika diyakini sepenuhnya dan ajarannya dilaksanakan dengan benar.

“Kami menyerukan kepada seluruh komponen umat Ilam untuk berjuang menegakkan Islam secara Kaffah seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan dilanjutkan oleh para Khalifah sepeninggal beliau,” tegas Khaliq.

Orasi Khaliq mengatakan, hari ini tanggal 8 Desember 2019, kami selaku Forum Pembela Islam Sulbar turut menyelenggarakan aksi damai dengan tema Bela Nabi SAW dan Bela Islam. Ia menuturkan, kegiatan ini sebagai bentuk aspirasi yang kami sampaikan secara terbuka untuk memberikan sikap terhadap persoalan bangsa yang akhir-akhir ini dapat mengarah pada perpecahan dan konflik horizontal.

“Seperti penistaan agama baik pelecehan kepada Nabi SAW, atas pernyataan Sukmawati yang membandingkan antara peranan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno di Indonesia. Penistaan kepada Islam seperti yang diungkapkan oleh Permadi Arya yang mengatakan teroris punya agama dan agamanya adalah Islam,” kata Khaliq. (Bagus/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya