16 Tahun Pasangkayu, Rayu: RSUD Harus Tingkatkan Pelayanan

09 December 2019 22:59
16 Tahun Pasangkayu, Rayu: RSUD Harus Tingkatkan Pelayanan
Gedung RSUD Pasangkayu. (IST)
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Semenjak menjadi daerah otonomi baru (DOB) berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2003, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) yang kini berganti nama menjadi Kabupaten Pasangkayu, berbagai capaian di berbagai bidang dilaksanakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasangkayu.

Seperti pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum, sektor pendidikan dan kesehatan termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun khususnya pelayanan di bidang kesehatan, menuai sorotan dari anggota DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) daerah pemilihan (Dapil) Pasangkayu, Rayu saat lakukan reses rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sulbar di Kabupaten Pasangkayu.

“Kita ketahui bersama, daerah ini telah berumur sekitar 16 tahun, namun pelayan di RSUD Pasangkayu belum maksimal,” ungkap Rayu disela-sela resesnya di Warkop Kilometer Nol, Jaln Ir Soekarno, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, capaian pembangunan yang dilaksanakan Pemda dalam hal ini Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa selama 9 tahun terakhir sangat pesat, seperti pembangunan infarstruktur jalan untuk kantong produksi pertanian dan perikanan. Semua akses jalan terbuka dalam memasarkan hasil bumi petani.

“Selain itu, kita juga lihat telah terbangun RTH (ruang terbuka hijau) di berbagi titik di kota Pasangkayu ini. Begitupun di sektor pendidikan telah terbangun SMA, MA dan SMK ditiap kecamatan. Termasuk di bidang kesehatan terbangun puskesmas dan polindes,” tutur Rayu politisi PDIP ini.

Ia menjelaskan, akan tetapi capain itu harus dibarengi peningkatan pelayanan khususnya di bidang kesehatan seperti di RSUD Pasangkayu.

“Itu RSUD Pasangkayu sudah lama terbangun belasan tahun, namun dalam pelayanannya kepada masyarakat masih jauh dari yang diharapkan bersama,” jelas Rayu.

Rayu mencontohkan, seperti di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Bupati PPU yang sempat viral di media sosial (medsos) mencak-mencak karena sedikit-sedikit pasien dirujuk dan Bupati PPU tidak ingin RSUD PPU menjadi RSUD rujukan, namun menjadi RSUD yang berikan pelayan kepada warganya.

“Ini juga harus dilakukan manejemen RSUD Pasangkayu. Jangan sedikit-sedikit pasien di rujuk ke Palu,” urai Rayu.

Rayu berharap, RSUD Pasangkayu mendapatkan kucuran dana yang memadai dalam meningkatkan fasilitas dan pelayanannya kepada pasien, termasuk meningkatkan kesejahteraan bagi para dokter dan perawat, agar nantinya tidak ada lagi pasien di rujuk, tetapi betul-betul di rawat seperti pada umumnya RSUD ditempat lain.

“Jadi RSUD Pasangkayu harus tingkatkan pelayanannya,” harapnya.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Sulbar Yusri M Nur senada dengan Rayu.

“Fasilitas peralatan RSUD harus ditingkatkan, seperti di UGD dan Laboratorium, sehingga pasien mendapatkan pelayanan maksimal tanpa harus lagi dirujuk ke Palu,” singkat Yusri yang juga Ketua DPD Perindo Pasangkayu ini. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya