Forkom Baubau Pertanyakan di Kejari Kasus Dugaan Gratifikasi Pilkada Buton Tahun 2011

07 December 2019 01:30
Forkom Baubau Pertanyakan di Kejari Kasus Dugaan Gratifikasi Pilkada Buton Tahun 2011
Forum Komunikasi Mahasiswa (Forkom) Kota Baubau audiensi di Kantor Kejari, Jalan Betoambari, Kelurahan Lamangga, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sultra. (Rony Wijaya/Trans89.com)
.

BAUBAU, TRANS89.COM – Aksi damai Forum Komunikasi Mahasiswa (Forkom) Kota Baubau diikuti 10 orang peserta aksi dipimpin Lantri di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Jalan Betoambari, Kelurahan Lamangga, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi Fokrom Kota Baubau untuk menyikapi kasus dugaan gratifikasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Buton tahun 2011 lalu, Jumat (6/12/2019).

Tuntutan massa aksi, mempertanyakan perkembangan kasus dugaan gratifikasi Pilkada Buton tahun 2011 dan mendesak pihak Kejaksaan agar secepatnya menyelesaikan kasus tersebut.

Massa aksi diterima Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Baubau, Ruslan, dengan tanggapan, terkait kasus gratifikasi Pilkada Buton tahun 2011, sampai saat ini masih dalam proses mencari pihak-pihak terkait untuk mencukupi bukti-bukti dan menunggu perintah dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati).

“Kasus gratifikasi Pilkada Buton tahun 2011 sampai saat ini belum ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) ujar Ruslan.

Ia menyebutkan, terkait kasus tersebut, pasti ada kepastian hukum, namun kami tidak bisa memastikan kapan waktunya.

“Kalau sudah ada perintah dari Kajati terkait kasus tersebut, nanti kami sampaikan kepada teman-teman peserta aksi, sehingga dapat mengetahuinya,” sebut Ruslan. (Rony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya