FPKPKB Unjuk Rasa di Kantor Walikota Baubau, Ini Tuntutannya

06 December 2019 07:24
FPKPKB Unjuk Rasa di Kantor Walikota Baubau, Ini Tuntutannya
Aksi From Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kota Baubau (FPKPKB) di Kantor Walikota Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sultra. (Rony Wiajaya/Trans89.com)
.

BAUBAU, TRANS89.COM – Unjuk rasa From Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kota Baubau (FPKPKB) diikuti 10 orang peserta aksi dipimpin Arwadin (Korlap) di Kantor Walikota Jalan Raya Palagimata, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Aksi FPKPKB untuk menyikapi dugaan penyalahgunaan anggaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta RSUD Kota Baubau, Kamis (5/12/2019).

Tuntuta massa aksi, Arwadin meminta kepada Walikota Baubau agar segera mencopot Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Bendahara Barang Jasa atas unsur dugaan kesengajaan dalam menyimpan atau mentransfer uang persediaan atas belanja barang dan jasa kerekening pribadi.

“Kami meminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Baubau agar memanggil dan memeriksa Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Bendahara Barang dan Jasa dan Kabid Keuangan atas adanya indikasi penyalahgunaan anggaran, penyalahgunaan wewenang dan pelaporan SPJ fiktif pada Tahun 2018. Kami juga meminta Walikota Baubau segera mencopot Direktur BLUD RS Kota Baubau atas ketidak profesionalannya dalam menata jalannya tata kelola BLUD RS Kota Baubau,” pinta Arwadin.

Massa aksi diterima Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Baubau, Rahmat Tuta dengan tanggapan, dirinya sudah membaca apa yang menjadi tuntutan adik-adik.

“Sebelum kalian kesini, saya sudah mempertanyakan persoalan tersebut kepada pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan dan mereka menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah ditangani pihak Kejari Baubau, sehingga sebaiknya kita menunggu saja proses hukumnya,” ujar Rahmat.

Ia menyampaikan, terkait persoalan yang terjadi di BLUD RS Kota Baubau, pada tanggal 1 Desember 2019, Sekda Kota Baubau telah melakukan pertemuan dengan pihak BLUD RS. Kota Baubau yang menghasilkan dua kesimpulan, yakni akan dibentuk tim investigasi untuk mencari tahu persoalan yang ada di BLUD RS Kota Baubau dan membentuk tim independen guna membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di BLUD RS Kota Baubau.

“Saya akan menyampaikan tuntutan adik-adik kepada pimpinan, sehingga kemudian kita menunggu apa yang menjadi keputusan pimpinan dalam hal ini Walikota Baubau,” papar Rahmat. (Rony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya