Bagi Hasil Tambak Udang Vaname Antara Investor Dengan Pemilik di Pasangkayu Belum Temui Titik Terang, Kapolsek Bambalamotu Mediasi

07 December 2019 01:58
Bagi Hasil Tambak Udang Vaname Antara Investor Dengan Pemilik di Pasangkayu Belum Temui Titik Terang, Kapolsek Bambalamotu Mediasi
Kades Sarjo Suhardi saat melakukan mediasi konflik tambak udang vaname antara investor dengan masyarakatnya di aula Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Andis/Trans89.com))
.

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Bagi hasil pengelolaan tambak udang vaname yang berkepanjangan antara masyarakat pemilik lahan tambak dengan investor asing yang berada di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, belum usai.

Sebelumnya, pemilik tambak dan investor memiliki kesepakatan perjanjian bagi hasil dari awal, dimana perjanjian itu di Tahun 2016, namun pihak pemilik tambak tidak pernah mendapatkan bagi hasil.

Salah seorang Tokoh Pemuda Sarjo mendampingi pemilik tambak udang vaname, Farham Arsyad mengatakan, permasalahan ini berawal dari perjanjian kerjasama yang harusnya kesepakatan bersama antara pihak pertama dengan kedua ini harus transparan seperti apa investasi oleh pihak investor dan investasi yang dibebankan masyarakat itu tidak terbuka.

“Memorandum of Understanding (MOU) ini sudah terjadi. Ini artinya, masyarakat sudah terikat perjanjian itu, bahwa lahannya sudah diberikan ke investor untuk dikelolah selama 10 tahun, sehingga masyarakat tidak bisa lagi mengelolah tanahnya. Inilah yang saya maksud pembodohan,” kata Farham.

Ia menilai pihak investor melakukan tindakan tidak rasional penuh rekayasa seperti pemberian nota-nota yamg tidak masuk akal semua.

“Seperti dimasukkannya nota pembeli gula-gula, eskrim dan bedak yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengolahan udang vaname,” ujar Farham.

Melihat permasalahan tersebut, Kapolsek Bambalamotu Iptu Abdul Muttalib Carlos turun tangan dan langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) Sarjo untuk mengundang dan mempertemukan kedua pihak yang berseberangan dari pihak pemilik lahan tambak udang vaname dan pihak investor asing untuk duduk bersama, di aula kantor Desa Darjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (6/12/2019).

“Kami berkoordinasi dengan Kades Sarjo dan mencoba menjadi penengah agar suasana bisa kondusif. Kami undang untuk memberikan penjelasan dari masing-masing pihak dan mencari solusi dari hal yang dipermsalahkan,” kata Iptu Carlos.

Ia menjelaskan, pertemuan hari ini, kedua belah pihak mengumpulkan segala bukti-bukti pembukuan pengeluaran dari pihak investor.

“Ini dilakukan dengan tujuan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga wilayah tetap aman dan kondusif,” jelas Iptu Carlos.

Dalam pertemuan yang dimediasi Kapolsek adalah pertama dari pihak investor asing yang dihadiri Mr Vak bersama Eliana, sedangkan dari pihak pemilik tambak dihadiri M Damisa dan Farham bersama ketua kelompok Tani Karya Bersama I, Langga, dan yang mewakili dari Pemerintah Desa adalah Kades Sarjo Suhardi bersama kepala Dusun (Kadus) Balabonda Pantai Sumardi. (Ndi)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya