Polman Dari Tiga Kabupaten Kerjasama Dengan BATAN Melalui ATP Untuk Pengembangan Varietas Padi

05 December 2019 09:20
Polman Dari Tiga Kabupaten Kerjasama Dengan BATAN Melalui ATP Untuk Pengembangan Varietas Padi
BATAN melalui PAIR bersama mitranya yang tergabung dalam pengembangan STP dan ATP, menggelar pertemuan bersama untuk membahas capaian dan evaluasi kegiatannya selama tahun 2015 hingga 2019 berlangsung di Kabupate Klaten, Jateng. (BATAN)
.

KLATEN, TRANS89.COM – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) bersama mitranya yang tergabung dalam pengembangan Science Techno Park (STP) dan Agro Techno Park (ATP), menggelar pertemuan bersama untuk membahas capaian dan evaluasi kegiatannya selama tahun 2015 hingga 2019.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kabupaten Klaten selama 2 hari Senin dan Selasa (2-3/12/2019) dibahas capaian hasil dan evaluasi kegiatan selama 5 tahun terakhir dari Nasional STP, PAIR dan ketiga ATP yakni, ATP Musi Rawas Sumatera Selatan (Sumsel), ATP Polewali Mandar Sulawesi Barat (Sulbar), dan ATP Klaten Jawa Tengah (Jateng).

Kepala PAIR Totti Tjiptosumirat mengatakan, kegiatan ATP yang awalnya merupakan kegiatan hilirisasi hasil Litbang BATAN, di akhir tahun 2019 ini sudah terlihat capaian yang cukup signifikan dari masing-masing STP maupun ATP.

“Seperti di ATP Klaten, kita sudah memiliki varietas baru padi Rojolele yang sudah tersertifikasi dengan nama baru Srinar dan Srinuk, kemudian di ATP Polewali Mandar (Polman) kita sudah memiliki 15 Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi atau PPTB, dan yang segera menyusul dalam waktu dekat dari ATP Musi Rawas diharapkan pelepasan varietas baru padi Dayang Rindu,” kata Totti melalui siaran pers BATAN.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan BATAN dalam penerapan teknologi nuklir hasil Litbang-nya ke daerah-daerah di Indonesia, pada awalnya dilakukan melalui kerjasama antara BATAN dengan pemerintah daerah.

“Dimulai dengan kerjasama dalam kegiatan inkubasi teknologi, penerapan teknologi yang dimiliki BATAN dan diadopsi menjadi kegiatan STP-ATP, sesuai program pemerintah saat itu. Melalui BATAN, dengan anggaran APBN dilakukan pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya yang memang diperlukan untuk kegiatan ATP di masing-masing daerah,” tutur Totti.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Sains dan Teknolgi Nuklir (SATN) BATAN Efrizon Umar menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan ATP selama 5 tahun ini, sehingga bisa diketahui seberapa jauh hasil teknologi BATAN bisa ditransfer ke masing-masing ATP.

“Evaluasi tuntas akan dapat dijadikan pijakan untuk perencanaan kegiatan 5 tahun ke depan. Masih banyak teknologi tepat guna hasil Litbang BATAN di luar bidang pertanian dan peternakan, seperti di bidang kesehatan maupun industri yang bisa diterapkan dan direkomendasikan untuk tiap-tiap daerah ATP,” papar Efrizon.

Ia menekankan perlunya kerjasama antara BATAN dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan STP dan ATP.

“Saya yakin dengan bekerjasama semua bisa kita lakukan. Karena sekarang ini bukan saatnya bagi ke tiga ATP ini untuk berkompetisi, tapi justru yang lebih penting kita harus berkolaborasi, karena dengan berkolaborasi kita bisa maju. Kemudian dengan bantuan teknis yang memungkinan dari BATAN, karena secara program, BATAN merasa bertanggungjawab. Mudah-mudahan ketiga ATP ini tetap bisa berjalan terus di masa mendatang,” ujar Efrizon.

Sementara arahan untuk penyusunan program yang akan datang, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), R Agus Sartono menjelaskan tentang Program Pembangunan Science and Technopark Menuju Indonesia Maju.

Disampaikan Agus, program STP dibuat untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional. Target STP adalah untuk mengejar daya saing bangsa Indonesia, khususnya dalam 3 hal, yaitu dalam kemampuan di bidang inovasi, kemampuan research dan kemampuan dalam pendidikan tinggi.

“Oleh karena itu, pengembangan STP dan ATP harus mengacu pada perspektif upaya pengurangan ketergantungan pada impor, pengurangan angka kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan,” jelas Agus.

Dalam pertemuan pembahasan capaian dan evaluasi kegiatan STP pada tanggal 2 hingga 3 Desember 2019 ini, telah dilakukan pula kegiatan lainnya seperti sarasehan dan pameran hasil kegiatan ATP tahun 2015-2019 yang dilakukan di Pendopo Kantor Bupati Klaten, kunjungan ke lapangan ATP Klaten serta presentasi dan diskusi capaian STP BATAN dan ATP dari Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) serta Kabupaten Klaten di Ball Room Hotel Grand Tjokro Klaten. (Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya