GPM Konsel Unjuk Rasa di Kantor DPRD dan Dinas ESDM Sultra Terkait Aktivitas PT WIN

05 December 2019 23:30
GPM Konsel Unjuk Rasa di Kantor DPRD dan Dinas ESDM Sultra Terkait Aktivitas PT WIN
Aksi GPM Konsel terkait permasalahan yang ada di PT WIN mengenai persoalan lingkungan berlangsung di Kantor DPRD dan Dinas ESDM Sultra, Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. (Rony Wijaya/Trans89.com)
.

KENDARI, TRANS89.COM – Unjuk rasa Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Konawe Selatan (Konsel) diikuti 15 orang peserta aksi dipimpin Awaludin terkait permasalahan yang ada di PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) mengenai persoalan lingkungan membuat kesengsaraan bagi masyarakat Torobulu dan sekitarnya.

Aksi GPM Konsel berlangsung di Kantor DPRD dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Kamis (5/12/2019).

Tuntutan massa aksi, Awaluddin mendesak pihak DPRD Provisni Sultra agar memanggil pimpinan perusahaan untuk mempertanggungjawabkan masalah pencemaran udara di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel yakni PT WIN, dan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengambil tindakan terkait pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh perusahaan pertambangan yang ada di Desa Torobulu.

“Kami meminta Dinas ESDM Sultra untuk memantau aktivitas pertambangan PT WIN di dekat gedung SDN 12 Laeya, Kabupaten Konsel serta memberikan tindakan tegas kepada PT WIN sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” desak Awaluddin.

Ia meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra untuk menghentikan segala bentuk aktivitas PT WIN di terminal khusus milik PT Billy Indonesia dan menindak tegas Direktur Utama (Dirut) PT Win yang telah melakukan pengangkutan bahan-bahan tambang atau produk pertambangan tanpa memiliki izin pelabuhan Tersus (terminal khusus) sesuai dengan ketentuan pidana pasal 297 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran,” desak Awaluddin.

“Kepada Dishub Sultra untuk merekomendasikan pencopotan kepala Syahbandar Torobulu kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI atas dugaan pembiaran penggunaan Tersus milik PT Billy Indonesia oleh PT. WIN yang diduga menyalahi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Meminta Kemenhub RI melalui Dishub Sultra untuk mencabut izin operasional Tersus PT Billy Indonesia yang saat ini digunakan oleh PT WIN,” pinta Awaluddin.

Massa aksi diterima Staf Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Sultra, Muh Roman Pratama meminta maaf kepada massa aksi, karena semua pejabat di Dinas ESDM Sultra tidak berada ditempat sebab sementara ada tugas luar.

“Terkait dengan PT WIN kami, dari Dinas ESDM Sultra selalu melakukan pengawasan terkait aktivitas pertambangan mereka. Sebelum Ijin Usahan Pertambangan (IUP) PT WIN dikeluarkan, sudah ada kajian terlebih dahulu terkait analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) PT WIN dari instansi terkait. Untuk aspirasi rekan-rekan, saya akan tampung dan kemudian saya akan teruskan kepada pimpinan kami,” ucap Roman.

Kepala Bidang (Kabid) Minerba Dinas ESDM Sultra, Yusmin menymapiakn, bahwa sudah banyak media Sultra yang memuat masalah ini dan tuduhan massa aksi itu tidak benar, untuk masalah yang ada di PT WIN kami sudah menyurat dan mereka sudah membalas.

“Terkait dengan masalah tersebut, itu tidak benar, karena mereka hanya meratakan gunung yang ada dibelakang sekolah dan bukan melakukan pertambangan. Aktivitas mereka sudah disetujui oleh pihak sekolah dan masyarakat setempat. Masalah tersebut sudah dibuatkan surat kesepakatan antara pihak sekolah, masyarakat dan PT WIN yang isinya bahwa aktivitas yang dilakukan oleh PT WIN disetujui oleh masyarakat dan pihak sekolah yang ditandatangani langsung oleh camat setempat,” papar Yusmin.

Massa aksi kemudian menuju Kantor DPRD Sultra untuk melanjutkan orasi yang sama dan diterima Anggota Komisi III DPRD Sultra, La Ode Tariala menjelaskan, terkait dengan masalah yang ada di PT WIN, mari kita selesaikan secara bersama-sama.

“Aspirasi rekan-rekan saya akan tampung dan kemudian saya sampaikan kepada pimpinan kami agar segera diagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Untuk waktu RDP kami akan upayakan secepatnya dilaksanakan,” jelas Tariala. (Rony/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya