Sahabat Hidayah Minta Pemerintah Menerbitkan Surat Pembatalan Izin Kontes Waria di Mamuju

03 December 2019 16:56
Sahabat Hidayah Minta Pemerintah Menerbitkan Surat Pembatalan Izin Kontes Waria di Mamuju
Sahabat Hidayah Mamuju mendatangi Kantor Lurah Binanga, Kecamatan Mamuju untuk memastikan surat rekomendasi izin keramaian kontes waria di Mamuju yang ditandatangani Pejabat Kelurahan Binanaga, Kabupaten Mamuju, Sulbar. (Muhammad Gufran/Trans89.com)

MAMUJU, TRANS89.COM – Komunitas anak muda yang menamakan diri ‘Sahabat Hidayah Mamuju’ mendatangi Kantor Lurah Binanga, Kecamatan Mamuju untuk memastikan surat rekomendasi izin keramaian kontes waria di Mamuju yang ditandatangani Pejabat Kelurahan Binanaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

“Tadi pagi kami ke Kantor Lurah untuk konfirmasi langsung tentang kebenaran surat yang viral sejak semalam itu. Hanya saja, Pak Lurah lagi tidak ditempat. Yang ada hanya pejabat kelurahan yang menandatangani surat tersebut,” Kata Ketua Sahabat Hidayah Mamuju, Rahmat Sofyan dalam siaran persnya diterima media ini, Selasa (3/12/2019).

Rahmat mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut, pihak Kelurahan Binanga mengkonfirmasi bahwa surat tersebut sudah ditarik kembali dari panitia pelaksana kegiatan.

Mengutip pejabat yang menandatangan surat dimaksud, Rahmat mengatakan, pejabat tersebut mengaku lalai saat membubuhkan tanda tangan. Ia beralasan, ada beberapa surat yang menumpuk saat itu, sehingga ia mengaku tidak baca dengan teliti sebelum menorehkan tandatangannya.

Kami pihak kelurahan masih akan mengundang panitia pelaksana kegiatan ini untuk membicarakan ulang rencana kegiatan tersebut pada hari ini, Selasa (03/12/2019). Untuk itu, pihak Kelurahan juga meminta kehadiran Komunitas Sahabat Hidayah Mamuju untuk ikut menghadiri pertemuan tersebut,” kata Rahmat.

Menurutnya, dalam pertemuan dengan pihak pemerintah kelurahan, Ia memperingatkan agar pihak Kelurahan Binanga lebih berhati-hati terhadap kegiatan seperti itu, karena akan merendahkan marwah pemerintah Kelurahan Binanga sendiri.

“Kegiatan ini adalah kegiatan tidak wajar, karena menyalahi kodrat sebagai manusia yang sehat,” tutur Rahmat.

Dirinya menyebutkan, kondisi sakit yang dialami waria seperti itu tidak perlu dipertontonkan apalagi dibuatkan semacam kontes.

“Kami meminta kepada pihak kelurahan untuk menerbitkan surat pembatalan atas rekomendasi izin kegiatan tersebut untuk meredam kegaduhan yg ada dimasyarakat, termasuk tidak menanggapi rencana panitia pelaksana kegiatan tersebut yang kembali memasukkan permintaan rekomendasi kegiatan dengan nama kegiatan yang berbeda dari sebelumnya kepada pemerintah Kelurahan Mamuju,” sebut Rahmat. (Gufran)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya