KPU Halut Launching Sekaligus Resmikan Rumah Pintar Pilkada Serentak

01 December 2019 03:07
KPU Halut Launching Sekaligus Resmikan Rumah Pintar Pilkada Serentak
KPU Halut launching dan resmikan rumah pintar KPU, berlangsung di halaman kantor KPU Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halut, Malut. (Warta Iksani/Trans89.com)

HALAMAHERA UTARA, TRANS89.COM – Dalam rangka menyambut dan sukseskan pemilihan kepala daerah (ilkada) serentak tahun 2020, Komisi Pemiliha umum (KPU) Halmahera Utara (Halut) launching dan resmikan rumah pintar KPU yang dihadiri sekitar 100 orang tamu undangan, berlangsung di halaman kantor KPU Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halut, Maluku Utara (Malut), Sabtu (30/11/2019).

Sambutan Ketua KPU Halut, M Risal mengatakan, wilayah Halut saat ini masih memiliki 17 kecamatan dengan jumlah desa secara keseluruhan 196, sementara jumlah penduduknya berkisar 135.609 jiwa, namun soal DPT masih tetap sama, tetapi tidak menuntup kemungkinan akan bertambah atau bisa juga berkurang tergantung penduduk.

“Pada kesemptan ini juga dilangsungkan peresmian rumah pintar pemilu, dimana rumah pintar pemilu ini memiliki makna filosofi daerah dengan simbol Hibualamo, artinya sebagai perekat masyarakat di Halut,” kata Risal.

Ditempat yang sama, Sekretaris KPU Malut, Mochtar Alting menuturkan, Halut memiliki kekhususan, sebab selaian kegiatan launching pilkada 2020 juga dibarengi dengan peresmian rumah pintar atau bisa dikatakan sebagai rumh demokrasi, karena dri semua kabupaten/kota hanya KPU Halut yang berbeda.

“Pilkada serentak 2020 akan diikuti 270 daerah yang tersebar di Indonesia, smentara wilayah Malut hanya diikuti 8 kabupaten/kota, sedangkan Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tidak bersamaan,” tutur Mochtar.

Ia menjelaskan kalau dirinya tertarik dengan konsep Hibualamo yang disentil oleh KPU Halut dalam hal menuju pilkada yang damai, dimana tentu konsep adalah sejarah daerah memiliki makna filosofi perekat msyarakat.

“Jadi, rumah pintar pemilu menjadi jawaban tantangan berdemokrasi di Halut. Artinya, tidak akan terjadi gejolak apabila kita sadari makna sejarah Hibualamo, karena konsep ini bertujuan menekan denamika politik. Prinsipnya, kami KPU inginkan pelaksanaan pemilu serentak 2020 aman dan damai,” jelas Mochtar.

Selanjutnya Sekda Kabuaten Halut, Freddy Tjandua menyamaikan, kami Pemda Halut mohon maaf pada KPU Halut terkait pembahasan anggaran hiba pemilu 2020 yang sempat berlangsung alot, tapi pada prinsipntya, pemda inginkan pilkada berlangsung lancar.

“Harapannya kita harus menjaga integritas untuk pilkada yang damai. Kami sebenarnya berniat uji coba E-Voting pada pilkades tetapi tidak bisa, karena butuh proses yang panjang dan memang belum ada kesiapan. Namun kami akan berupaya kedepan inovasi ini terealisasi,” papar Freddy. (Iksani/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya