PT Mamuang Peringati Maulid 1441 Hijriyah, Jumali: Umat Muslim Diharapkan Meneladani Baginda Nabi

22 November 2019 01:05
PT Mamuang Peringati Maulid 1441 Hijriyah, Jumali: Umat Muslim Diharapkan Meneladani Baginda Nabi
PT Mamuang menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah Tahun 2019 di Mesjid Al Muhajirin PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. (Muhammad Tahir Pilo/Trans89.com)

PASANGKAYU, TRANS89.COM – Salah satu anak perusahaan industri perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk Grup Area Celebes 1 (C1) yakni PT Mamuang menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah Tahun 2019 di Mesjid Al Muhajirin PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (21/11/2019) malam.

Acara tersebut dihadiri Administratur (ADM) PT Mamuang Jumali, Kepala Tata Usaha (KTU) Taswin, Asisten kepala, Asisten, Supervisi karyawan dan ibu-ibu Periska PT Mamuang serta tamu undangan.

Adapun tema kegiatan peringatan Maulid yang dilaksanakan menajemen PT Mamuang, ‘dengan Maulid Nabi mari kita teladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari’.

Dalam sambutan ADM PT Mamuang, Jumali menyampaikan, kita harus selalu ingat kepada Allah, kepada Nabi maupun kepada semua peringatan-peringatan hari besar seperti Maulid Nabi, karena dengan kita ingat kepada peringatan Nabi, maka kita akan senantiasa dan selalu diingat oleh beliau (Nabi).

“Seperti yang dijelaskan, Maulid sama halnya dengan milad yang artinya hari lahir. Jadi, Maulid Nabi bisa diartikan sebagai hari lahir Baginda Rasulullah Muhammad SAW,” papar Jumali.

Menurutnya, dengan adanya Maulid, manusia atau umat Muslim diharapkan bisa tergugah kembali untuk selalu berikhtiar secara konstan dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Terimakasih kepada seluruh karyawan karyawati dan masyarakat yang menyempatkan waktunya hadir di Masjid Al-Muhajrin PT Mamuang,” tutur Jumali.

Sementara Ustad Ahmad Tagari juga Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasangkayu membawakan Tausiyah Maulid Nabi, mengungkapkan kita tak akan bisa menggapai cinta Allah SWT, jika kita belum cinta kepada Rasulullah SAW.

“Kalau Allah SWT saja sudah luar biasa cinta-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan kita?. Kita harus lebih-lebih lagi mencintai Nabi Muhammad SAW. Wajib bagi kita (ummat Muslim) untuk mencintai Rasulullah SAW, dan hal itu bukanlah masalah asal tidak menjadikan Nabi sebagai Tuhan,” ungkapnya.

Lantas Ia mengutip sebuah hadits Shahih Bukhari yang berbunyi, tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya.

“Bagaimana caranya?, yaitu dengan meneladani Rasulullah SAW dalam kegiatan sehari-hari mulai dari hal yang terkecil sampai yang terbesar dan salah satunya adalah jangan lupa untuk bersyukur, dimana kita harus bersyukur layaknya orang beriman,” ujar Ustad Ahmad.

Lanjut Ustad Ahmad, Nabi tidak melihat pada perbedaan, tetapi menghargai perbedaan. Kalau tidak, akan terjadi suudzon atau berburuk sangka.

“Selain itu, mari kita gemar membaca Al-Qur’an, dan jangan pernah merasa pintar atau alim. Biasanya, kalau sudah merasa pintar atau alim tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain dan malas belajar,” tambah Ustad Ahmad sembari menceritakan kisah pengemis buta dengan Nabi Muhammad SAW di Madinah. (Pilo/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya