FSPM Depan Hotel Pullman Jakarta, Minta Pekerjakan Kembali Husni Mubarok

21 November 2019 01:57
FSPM Depan Hotel Pullman Jakarta, Minta Pekerjakan Kembali Husni Mubarok
Aksi Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) berlangsung depan PT Wisma Nusantara Internasional/Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. (Irvan Akmal/Trans89.com)

JAKARTA, TRANS89.COM – Unjuk rasa Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) diikuti sekitar 60 orang peserta dipimpin Abdul Hamid, Andre Yunus Pratama dan Galih Tri Panjalu, berlangsung depan PT Wisma Nusantara Internasional/Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan, aksi solidaritas, #save Husni Mubarok Presiden FSPM, reinstate Husni Mubarok AT Pullman Jakarta Now, Accor Hotels harus menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), pekerjakan kembali Husni sekarang juga.

Orasi Husni Mubarok mengucapkan terimakasih atas dukungan rekan-rekan semua dimana aksi kita ini memperjuangkan nasib pekerja, hal ini berawal dari status watshap dirinya yang dinilai salah.

“Mereka managemen tidak dapat memberikan bukti kesalahan saya, kezoliman Hotel Pulman sangat jelas, kita hanya menginginkan aturan yang dibuat pemerintah dijalankan, kita tidak menuntut hal-hal lain, hanya hak kita. Apakah tindakan seperti ini kita biarkan hanya satu kata, lawan dan lawan,” ucap Husni.

Sementara Yunus mengatakan, Husni Mubarok selama ini memperjuangkan ribuan pekerja bukan untuk kepentingan pribadi, kalau dia mempentingkan diri sendiri sudah dapat rumah, mobil dan lain-lain.

“Tetapi beliau tidak mau, maka kita sebut beliau adalah Pahlawan. Beliau menolak pemberian-pemberian dari managemen dan sampai saat ini masih berjuang. Kami tidak akan mundur sampe kapanpun dan sampai kapan managamen Hotel Pullman kuat. Aksi kita saat ini aksi ke 22,” kata Yunus.

Selanjutnya orasi Abdul Hamid menyampaikan, management Hotel Pullman yang notabenenya bintang lima telah melakukan kezoliman terhadap ketua umum serikat pekerja yang sedang memperjuangkan nasib buruh lainnya.

“Kita kasih tahu kepada warga masyarakat apa yang terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Dari pada kita orasi-orasi menghadapi mobil box, kita balik kanan menghadap ke jalan ke arah Hotel Grand Hyatt. Kembali lagi ke persoalan rekan kita M Husni Mubarok yang dianggap melakukan pencemaran nama baik oleh pihak managemen. Ketika M Husni Mubarok sedang melakukan tugas fungsinya dalam membela hak-hak karyawan yang bekerja di PT Wisma Nusantara, maka pihak managemen mencari-cari kesalahan M Husni Mubarok supaya bisa dikeluarkan. Hidup buruh, hidup buruh,” papar Hamid. (Andre/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya