DPRD Mamasa Soroti Sejumlah Proyek Diduga Bermasalah, Jufri: Kuat Dugaan Proyek Ini Dikerjakan Oknum ASN

19 November 2019 09:21
DPRD Mamasa Soroti Sejumlah Proyek Diduga Bermasalah, Jufri: Kuat Dugaan Proyek Ini Dikerjakan Oknum ASN
Ketua Komisi II DPRD Mamasa, Jufri Sambomadika. (Andi Waris Tala/Trans89.com)

MAMASA, TRANS89.COM – Beberapa titik pekerjaan proyek di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga bermasalah dan dikerja asal-asalan menuai sorotan dan kritikan dari lembaga DPRD Mamasa.

Ketua Komisi II DPRD Mamasa, Jufri Sambomadika membeberkan beberapa titik proyek yang dianggap bermasalah di wilayah Kabupaten Mamasa khsusnya di Kecamatan Nosu, Tabang dan Pana’ yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) II Mamasa.

“Sejak saya dilantik menjadi Anggota DPRD Mamasa periode pertama saya 2014-2019, saya telah beberapa kali melayangkan protes kepada pihak terkait agar pekerjaan di Dapil II maupun di Kabupaten Mamasa secara umum diperhatikan. Rata-rata proyek di wilayah II itu bermasalah,” beber Jufri di Mamasa, Senin (18/11/19).

Ditanya soal permasalahan apa saja di proyek yang dianggapnya bermasalah itu, menurut Jufri, proyek yang dikerjakan oleh para kontraktor di daerah Pana’, Nosu dan Tabang, rata-rata kualitas dan mutu pekerjaannya sangat mengecewakan.

“Contohnya, pekerjaan betonisasi yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di sekitar Dapil II, tidak satupun yang bertahan lama. Rata-rata pembangunan betonisasi berumur singkat,” tutur Jufri.

Selain mengkritisi mutu dan kualitas pekerjaan, Jufri juga merasa heran karena kondisi tersebut seakan dibiarkan tanpa teguran, tindakan maupun upaya lainnya oleh instansi terkait.

“Walaupun saya sadar tidak mengetahui persis soal teknik kontruksi, namun secara kasat mata saya menilai ada ketidak beresan dalam pekerjaan di Dapil II,” ujar Jufri.

Jufri menyebutkan, anggaran DAK yang digelontorkan ke Dapilnya terkhusus Kecamatan Pana’ itu sudah puluhan miliar, namun anggaran puluhan miliar tersebut tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin, bahkan proyek anggaran DAK di Dapil II itu diduga hanya menjadi obyek untuk memperkaya kelompok dan golongan tertentu saja.

“Kuat dugaan proyek yang diduga bermasalah ini dikerjakan oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) dengan cara menggunakan nama orang lain atau perusahaan lain, sehingga oknum ASN tersebut seakan tidak terlibat dalam pekerjaan tersebut,” sebut Jufri.

Seperti pembangunan jalan betonisasi Tabang-Pana’, Jufri mengungkapkan, sepanjang 3 kilometer (Km) menghabiskan anggaran Rp9 miliar dengan rincian tahun 2017 sepanjang 1 Km mendapatkan DAK Rp3 miliar, tahun 2018 kembali mendapatkan DAK Rp6 miliar, sehingga total anggaran yang hanya 3 Km itu menghabiskan anggaran Rp9 miliar.

“Jalan rabat beton yang menghabiskan dana sebesar Rp9 miliar itu mulai retak dan berlubang di beberapa titik. Padahal usia proyek tersebut baru sekitar 1 sampai 2 tahun. Saya menduga, pekerjaan itu selain kualitas dan mutunya mengecewakan, anggaran proyek tersebut juga diduga di mark up, ungkap Jufri.

Terpisah, Ketua LSM Anti Korupsi Indonesia (Akindo) Sulbar Darman Ardi menyampaikan, apa yang disorot oleh wakil rakyat Jufri Sambomadika merupakan hal yang wajar selaku wakil rakyat.

“Memang pekerjaan proyek pembangunan yang tersebar di beberapa titik di Kabupaten Mamasa ini diduga dikerja asal-alasan. Olehnya itu, kami Akindo telah melaporkan beberapa pekerjaan yang diduga bermasalah kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar dan pihak tindak pidanan korupsi (Tipikor) Polda Sulbar,” papar Darman.

Lanjut Darman, kami telah memasukkan laporan sekaitan dengan proyek yang bermasalah, dan kami LSM Akindo berjanji akan terus mengawal proses laporan ini, walau selama ini banyak orang beranggapan bahwa LSM Akindo tidak serius dalam mengawal laporan.

“Tugas LSM itu hanya sampai pada proses laporan. Soal penegakan hukum lidik, sidik sampai tuntutan bahkan vonis, itu bukan ranah LSM. Tugas kita LSM hanya memasukkan laporan dan bukti-bukti pendukung. Kita tunggu saja prosesnya,” imbuh Darman seraya menunjukkan bukti laporan dugaan pekerjaan proyek bermasalah di daerah Pana’, Tabang, Nosu dan beberapa titik proyek lainnya. (AWT/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya