Musabaqoh Quroatil Kutub Ke VII dan Pembinaan Teritorial Terpadu di Lumajang

18 November 2019 01:01
Musabaqoh Quroatil Kutub Ke VII dan Pembinaan Teritorial Terpadu di Lumajang
Pembukaan Musabaqoh Quroatil Kutub (MQK) ke-VII dan pembinaan teritorial terpadu Kabupaten Lumajang, berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja Jalan Alun-alun Selatan, Keluarahan Ditotrunan, Kabupaten Lumajang, Jatim. (Awin D/Trans89.com)

LUMAJANG, TRANS89.COM – Pembukaan Musabaqoh Quroatil Kutub (MQK) ke-VII dan pembinaan teritorial terpadu Kabupaten Lumajang dihadiri sekitar 500 orang peserta dibuka oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq di Pendopo Arya Wiraraja Jalan Alun-alun Selatan, Keluarahan Ditotrunan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), Minggu (17/11/2019).

Laporan panitia Kabag Kesra Setda Kabupaten Lumajang, Iskandar mengatakan, terlaksananya kegiatan ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dengan pengurus Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang dan Kodim 0821/Lumajang.

“Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta dengan 12 cabang lomba. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Lumajang, yang pesertanya merupakan hasil seleksi MWC RMI tingkat Kecamatan,” kata Iskandar.

Sambutan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengajak seluruh masyarakat khususnya para santri untuk turut menjaga kondusifitas kegiatan beragama dengan saling menghormati, tidak usah membuat ujaran saling kebencian.

“Kita semua melaksanakan kegiatan keagamaan ke -Islaman untuk tetap menjaga kondusifitas, menjaga hal-hal yang sekiranya tidak perlu untuk memperdebatkan perbedaan, menghormati yang sudah diajarkan masing-masing, menjadi penghormatan saling menghargai dan tidak saling mencaci maki,” papar Thoriqul.

Menurutnya, semua ijtihad Ulama telah disesuaikan dengan kondisi masing-masing dengan pertimbangan masing-masing, hal tersebut didasarkan pada hukum yang sesuai dengan syariat Islam.

“Saya berharap para peserta tidak hanya puas dengan menguasai satu atau dua kitab, namun harus belajar lagi untuk memahami kitab dengan tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutur Thorqul.

Selanjutnya sambutan Ketua RMI Pusat, KH Ansori M Nuh menjelaskan, ada dua kado besar pada pemerintahan Joko Widodo, yakni hari santari pada tanggal 22 Oktober dan kado yang kedua ditetapkan Undnag-Undang (UU) Pesantren Nomor 18 tahun 2019 dan masih membutuhkan 7 Peraturan Menteri (Permen).

“Pesantren yang tidak memiliki kajian kitab kuning tidak dapat dimasukkan dalam kategori pesantren, karena dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tersebut salah satunya. Selama ada santri dan pesantren Indonesia akan menjadi aman dan tentram,” jelas KH Ansori.

Kemudian sambutan Dandim 0821/Lumajang, Letkol Inf Ahmad Fauzi mengatakan, wawasan kebangsaan ini penting sekali bagi generasi muda, sebagai generasi muda yang akan mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Nenek moyang kita termasuk juga para Kyai, dulu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kita sebagai generasi muda harus berjuang bagaimana bangsa ini maju, bagaimana bangsa ini disegani oleh bangsa lain,” kata Lekol Ahmad.

Dirinya menyampaikan, bangsa Indonesia sangat besar, terdiri dari pulau-pulau yang termasuk juga penduduknya sangat besar, sehingga pertumbuhan penduduk itu sangat signifikan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kaupate Lumajang yang telah memfasilitasi kita, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” papar Lektol Ahmad.

Pembukaan MQK secara resmi oleh Sekda Kabupaten Lumajang, Agus Triono dilanjutkan testimoni kerjasama Pemda dengan Kodim 0821/Lumajang serta komponen masyarakat. (Awin/Nis)

Trans89.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya